(Taiwan, ROC) - Jumlah siswa yang terdaftar di universitas di Taiwan diperkirakan akan turun di bawah 900.000 orang pada tahun depan, berkurang 20% dari tingkat tahun 2012 akibat dampak lanjutan dari tingkat kesuburan yang rendah, demikian berdasarkan statistik terbaru yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan (MOE).
MOE melaporkan, jumlah mahasiswa tahun pertama yang masuk di universitas Taiwan terus menurun sejak 2012, di mana sekitar 278.000 orang memulai studi perguruan tinggi mereka.
Menurut MOE, tren penurunan tersebut semakin tajam setelah tahun 2016, di mana 241.000 siswa masuk perguruan tinggi, dan diperkirakan akan berkurang menjadi 191.000 pada awal tahun ajaran 2023, yakni turun sekitar 30% dari tahun 2012.
Untuk beberapa tahun ke depan, MOE melanjutkan, jumlah mahasiswa yang masuk diperkirakan akan menyusut sekitar 3.400 orang atau 1,9% per tahun, dan akhirnya turun di bawah 150.000 pada tahun 2038.
Dalam hal total pendaftaran mahasiswa di universitas Taiwan, MOE mengatakan jumlahnya relatif stabil di 1,11-1,14 juta pada tahun-tahun sebelum 2016. Namun, angka itu turun 112.000 dalam lima tahun dari 2018-2022 karena terdampak efek dari kesuburan rendah yang semakin parah, sehingga pendaftaran diperkirakan turun di bawah 900.000 pada 2024.
Sekedar informasi, disebabkan angka kelahiran yang rendah, populasi Taiwan turun menjadi 23,264 juta pada tahun 2022, berkurang lebih dari 110.000 atau 0,47% dari tahun sebelumnya.
Selain itu, dari tahun 2023 hingga 2038, pendaftaran universitas diperkirakan akan turun sebanyak 14.000 siswa, atau 1,6%, per tahun. Jika perkiraan MOE terbukti benar, akan ada 719.000 mahasiswa yang kuliah di universitas Taiwan pada 2038, berkurang 36,9% dari 1,139 juta mahasiswa yang terdaftar pada 2012.