(Taiwan, ROC) -- Badan Perlindungan Lingkungan Yuan Eksekutif (EPA) pada 29 Juni mengumumkan, mulai 1 Agustus tahun ini, delapan jenis tempat, termasuk instansi pemerintah, sekolah, dan pusat perbelanjaan dilarang untuk menyediakan peralatan makan sekali pakai yang dapat terurai secara alami (plastik biodegradabel).
EPA menyebutkan, terdapat ketentuan yang melarang delapan jenis tempat untuk menyediakan peralatan makan sekali pakai dari plastik, termasuk instansi pemerintah, sekolah negeri dan swasta, pusat perbelanjaan, toko grosir, supermarket, minimarket, restoran cepat saji, dan usaha kuliner dengan gerai, sejak Juli 2002. Namun, untuk menghindari dampak plastik biodegradabel terhadap sistem daur ulang yang ada di Taiwan dan untuk meningkatkan pengurangan penggunaan peralatan makan sekali pakai, EPA merilis pengumuman mengenai perubahan "Penggunaan Terbatas Peralatan Makan Sekali Pakai dan Cara Implementasinya” pada 4 Februari tahun ini. Mulai 1 Agustus tahun ini, delapan jenis tempat yang ditentukan juga tidak diizinkan menyediakan peralatan makan sekali pakai yang terbuat dari plastik biodegradabel. Pengumuman ini telah resmi dikeluarkan pada 29 Juni.
EPA mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar industri menggunakan plastik biodegradabel sebagai alternatif setelah pembatasan plastik. Namun, plastik biodegradable hanya dapat terurai dengan cepat dalam kondisi lingkungan tertentu dan tidak ada fasilitas daur ulang atau pengomposan yang sesuai di Taiwan sehingga memengaruhi sistem daur ulang yang ada dan menimbulkan masalah lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan peralatan makan sekali pakai, pengumuman ini memperluas larangan penyediaan peralatan makan sekali pakai yang terbuat dari plastik biodegradabel. Harapannya adalah agar Taiwan dapat mencapai lebih banyak kemajuan dalam pengurangan limbah dari sumbernya di masa depan.