(Taiwan, ROC) -- Beberapa hari yang lalu (24/6) sekitar pukul 08:00 pagi, militer berturut-turut mengintai 19 pesawat RRT yang terdiri dari Chengdu J-10, Shenyang J-16, masih ada 8 pesawat yang melintasi garis tengah selat Taiwan, mendekati garis 24 mil laut dari pulau Taiwan. Kemenhan hari Selasa ini (27/6) dalam pers rilis menyampaikan, Ketua Staf Kantor Perencanaan Operasi Perang, Mayor Jenderal Lin Wen-huang (林文皇) mengatakan militer akan memantau erat dinamika Laut Taiwan, serta menanggapi kapal perang RRT yang memasuki zona pertahanan Taiwan, mengutus AU, AL untuk menanggapi dan sistem rudal anti balistik siap siaga.
Mayjen Lin Wen-huang menekankan, pesawat dan kapal militer RRT apa pun yang memasuki zona pertahanan udara, pertahanan laut Taiwan maka akan diserang militer Taiwan, pihaknya bertekad membela keamanan kawasan perairan udara dan laut Taiwan. Selain itu, acara Panorama pada Radio BBC pada tanggal 26 Juni mengungkap spionase balon angkasa RRT yang bergerak di Asia, balon udara ini melewati angkasa Jepang dan Taiwan.
Staf intelijen, Kolonel Luo Cheng-yu(羅正宇) mengemukakan militer sepenuhnya memonitor kawasan Taiwan dari pergerakan balon udara RRT, serta siap menanggapi, melalui pertukaran intelijen, melakukan studi banding dan memastikan keamanan dan pertahanan nasional; Lin Wen-huang mengatakan, jika dinilai bahwa balon udara ini menjadi ancaman bagi Taiwan maka pihaknya akan menembak dan menghancurkannya demi keamanan nasional.
Berkaitan dengan Menlu Joseph Wu pada tanggal 6 Juni diwawancarai media The Australian, Beliau mengimbau agar Australia menanggapi ancaman RRT yang akan mengutus atase militer untuk Taiwan. Luo mengatakan, pertukaran sektor militer dengan negara Uni Eropa, pihak militer menjunjung tinggi kesetaraan, bersikap teliti dan optimis, berlanjut mempromosikan kerja sama sektor militer.