(Taiwan, ROC) - Satu kemajuan lagi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan plastik di Taiwan. Mulai 1 Juli, bahan kemasan yang digunakan oleh peretail online Taiwan tidak lagi diizinkan mengandung polivinilklorida (PVC), melainkan harus mengandung bahan daur ulang.
Menurut peraturan baru Administrasi Perlindungan Lingkungan (EPA), plastik PVC tidak lagi diizinkan dalam kemasan peretail online, disarankan diganti dengan pembungkus yang mengandung lebih dari 90% kertas daur ulang dalam warna alami, atau kemasan plastik dengan lebih dari 25% plastik yang dapat digunakan kembali; sementara berapa banyak kemasan yang bisa digunakan akan berbeda tergantung seberapa besar peretail online tersebut.
Selain itu, direktur eksekutif Badan Manajemen Dana Daur Ulang EPA Wang Yueh-bin (王嶽斌) menerangkan, peretail juga diminta mengurangi berat limbah kemasan, bagi yang tidak memenuhi persyaratan akan dikenakan denda antara NT$30.000 hingga NT$150.000 dan diharuskan segera melakukan perbaikan.
Menurut statistik, penjualan retail online barang-barang umum di Taiwan tumbuh dari NT$228,3 miliar pada 2017 menjadi NT$430,3 miliar tahun lalu, dalam prosesnya menggunakan sekitar 220 juta kantong dan kotak, menghasilkan sekitar 50.000 ton limbah kemasan.