(Taiwan, ROC) – Undang-undang Persamaan Hak Atas Tanah yang dipastikan mulai berlaku pada 1 Juli dianggap sebagai langkah paling keras dalam sejarah untuk mencegah penggorengan harga properti. Karena Kementerian Dalam Negeri pada prinsipnya "tidak akan menyelidiki atau menindak transaksi jual beli properti masa lalu", masyarakat yang awalnya sedang menunggu-nunggu untuk membeli properti, sekarang berlomba-lomba untuk membelinya sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Statistik menunjukkan, jumlah properti inden yang terungkap pada bulan April mencapai 8.314 unit, mencatat rekor tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Perusahaan Keuangan Cathay mengumumkan hasil survei kepercayaan ekonomi nasional terbaru untuk bulan Juni, dengan indeks minat pembelian properti naik menjadi -49,1, mencapai level tertinggi sejak kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Taiwan pada Maret 2022.
Puncak ekonomi pasar properti di Taiwan terjadi pada kuartal keempat tahun 2021, di mana jumlah penjualan rumah inden yang terungkap mencapai 12.000 hingga 13.000 unit dalam satu bulan. Namun, setelah Bank Sentral Taiwan mulai menaikkan suku bunga pada Maret tahun lalu dan dengan disahkannya "UU Persamaan Hak Atas Tanah", pasar properti mengalami tekanan. Jumlah penjualan rumah inden menurun menjadi 5.000 hingga 6.500 unit pada kuartal keempat tahun lalu. Namun, pasar rumah inden kembali mengalami sedikit pemulihan dalam 2 bulan terakhir. Jumlah penjualan rumah inden yang terungkap mencapai hampir 8.000 unit pada Maret, dan mencapai lebih dari 8.300 unit pada April.
Pengembang dalam negeri menyebutkan, minat pembelian properti di pasar domestik mulai pulih setelah Tahun Baru Imlek tahun ini. Penjualan di lokasi proyek rumah inden secara bertahap mulai mengalami peningkatan, terutama pada bulan Maret dan April, meskipun tidak seheboh tahun lalu. Beberapa kasus penjualan bahkan melebihi ekspektasi, terutama karena penerapan "UU Persamaan Hak Atas Tanah" yang meskipun akan diberlakukan pada tanggal 1 Juli, tetapi karena tidak berlaku surut, undang-undang tersebut masih menarik minat pembeli yang sebelumnya hanya mengamati pasar untuk segera melakukan pembelian, sehingga mengakibatkan peningkatan jumlah penjualan rumah inden.
Perusahaan Keuangan Cathay pada 20 Juni mengumumkan hasil survei terbaru tentang kepercayaan ekonomi nasional untuk bulan Juni. Indeks keinginan membeli rumah naik menjadi -49,1, mencapai titik tertinggi sejak kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Taiwan pada Maret 2022.
Namun, Perusahaan Keuangan Cathay juga menyebutkan bahwa survei dilakukan pada awal Juni sebelum Bank Sentral menerapkan langkah-langkah pengendalian kredit terbaru. Dampak penerapan pengendalian kredit selektif di delapan kabupaten dan kota, serta pembatasan proporsi pinjaman kedua oleh Bank Sentral terhadap keinginan membeli rumah ke depan masih harus diamati.
Selain itu, meskipun Indikator Kebijakan Ekonomi terbaru yang dirilis oleh Dewan Pembangunan Nasional menunjukkan lampu biru untuk bulan April, namun indikator tersebut terus menurun. Meski begitu, karena indikator leading sedikit meningkat, hasil survei juga menunjukkan bahwa indeks optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini telah meningkat signifikan menjadi -1,9, dibandingkan dengan -20,2 pada Mei lalu. Selain itu, indeks optimisme prospek ekonomi juga meningkat menjadi 5,5, dibandingkan dengan -8,9 pada Mei, mencapai level tertinggi dalam 17 bulan terakhir.