(Taiwan, ROC) – “Program Musim Panas Harvard di Taipei” (Akademi Harvard Taipei) yang diselenggarakan oleh Universitas Taiwan Nasional (NTU) dan Universitas Harvard telah resmi dibuka beberapa hari ini. Hampir 60 siswa berpartisipasi dalam gelombang pertama program ini. Selain mengambil kursus bahasa Mandarin, mereka juga akan mendalami budaya dan kehidupan sehari-hari di Taiwan.
Program musim panas terkenal dari Universitas Harvard, "Akademi Harvard Beijing", awalnya bekerja sama dengan Universitas Bahasa dan Budaya Beijing di Tiongkok. Mulai 2020, program ini berkolaborasi dengan NTU dan namanya berubah menjadi "Akademi Harvard Taipei". Namun, karena dampak pandemi COVID-19, program tersebut ditunda hingga tahun ini.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Kantor Urusan Internasional NTU pada 19 Juni, program "Akademi Harvard Taipei" yang bermitrakan Universitas Harvard tertunda hingga tahun ini karena pandemi. Gelombang pertama Akademi Harvard Taipei akhirnya dimulai pada 18 Juni di NTU dengan 60 siswa yang berpartisipasi, sebagian besar dari Universitas Harvard serta beberapa siswa dari universitas terkenal, seperti Universitas Yale, Universitas Cornell, Universitas Pennsylvania, dan Perguruan Tinggi Williams.
Menurut Kantor Urusan Internasional NTU, melalui program intensif bahasa Mandarin, Akademi Harvard Taipei bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Mandarin siswa. Selain itu, program ini juga menyediakan kesempatan bagi siswa internasional untuk berinteraksi dengan mahasiswa Taiwan dan memperluas wawasan internasional mereka. Selain itu, program ini juga menyediakan beragam kegiatan pengalaman budaya dan kunjungan di luar kampus, sehingga siswa dapat merasakan sendiri keindahan alam dan nilai-nilai budaya Taiwan.
Akademi Harvard Taipei juga merencanakan "kelompok minat khusus" untuk mendorong interaksi dan pertukaran antara siswa, serta mengembangkan pola pembelajaran lintas budaya. Melalui "kegiatan akhir pekan", para siswa dan dosen dari Harvard akan mengunjungi tempat-tempat terkenal, situs bersejarah, budaya, dan lingkungan alam di Taiwan. Program ini juga menyusun "program studi sosial" di mana siswa akan melakukan penelitian lapangan dengan topik tertentu di berbagai wilayah Taiwan, seperti di wilayah tengah, selatan, dan timur, guna memahami budaya dan dinamika sosial di Taiwan.
Kantor Urusan Internasional NTU menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kementerian Luar Negeri atas dukungan administratif dan finansial yang kokoh dalam pelaksanaan Akademi Harvard Taipei. Mereka juga mengapresiasi kontribusi besar dari Asosiasi Alumni Universitas Harvard Taiwan dalam pendanaan dan perencanaan kegiatan "program studi sosial " dan "kegiatan akhir pekan". Di masa depan, diharapkan gelombang pertama dari Akademi Harvard Taipei dapat membangun fondasi yang kuat di Taiwan, sehingga para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Tionghoa dan masyarakat Taiwan. Ini akan menjadi langkah awal untuk membuka peluang pertukaran budaya, akademik, pendidikan, dan penelitian antara kedua belah pihak di masa depan.