(Taiwan, ROC) - Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan alun-alun Balai Kota New Taipei pada hari Minggu, menuntut transparansi insiden sebuah taman kanak-kanak yang dituduh membius muridnya.
Mengenakan pakaian putih untuk melambangkan kebenaran dan kepolosan anak, dan mengangkat plakat bertuliskan "Jangan membius anak saya", para pengunjuk rasa meminta Wali Kota New Taipei Hou You-yi (侯友宜) untuk menyelidiki secara menyeluruh kasus tuduhan terhadap sebuah TK swasta yang dilaporkan membius muridnya. TK yang tidak disebutkan namanya itu diketahui merupakan waralaba dari Institut Pendidikan Kid Castle, sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris untuk anak-anak yang terkemuka di Taiwan.
Hou, yang merupakan kandidat presiden partai oposisi Kuomintang (KMT) untuk pemilu 2024, kebetulan berada di Balai Kota untuk menjadi tuan rumah suatu pernikahan, tapi dia tidak singgah ke alun-alun lokasi kegiatan.
Aksi protes tersebut diorganisisasi oleh ketua partai oposisi Partai Kekuatan Baru (NPP) Claire Wang (王婉諭) dan anggota NPP Angela Wang (王薇君) yang juga mengepalai Asosiasi Hak Anak Taiwan (TCRA), dan diselenggarakan setelah petisi online dicanangkan oleh orang tua korban, mengimbau masyarakat turun ke jalan untuk menuntut transparansi oleh pemerintah kota.
TK di Distrik Banqiao ini pertama kali dituduh pada 14 Mei, ketika orang tua dari tiga anak melaporkan ke polisi bahwa seorang guru telah memberikan obat-obatan yang tidak diketahui kepada anak-anak mereka dan menggunakan metode disiplin fisik yang tidak tepat.
Dalam laporan ke polisi, para orang tua mengatakan bahwa selama periode Februari hingga April, mereka telah mengamati adanya perubahan perilaku pada anak-anak mereka, termasuk mudah tersinggung dan menyakiti diri sendiri.
Sebagai tanggapan, jaksa melakukan penggeledahan di sekolah tersebut pada 18 Mei dan menahan guru tertuduh pertama yang bermarga Chao (趙) untuk diinterogasi, tapi kemudian membebaskannya dengan jaminan sebesar NT$ 20.000.
Sejak itu, lebih dari selusin orang tua lainnya telah mengajukan laporan serupa ke polisi.
Menurut Angela Wang, beberapa orang tua telah meminta bantuan dari TCRA bahkan sebelum laporan polisi resmi pertama diajukan pada 14 Mei, dan ada yang mengatakan bahwa anak-anak mereka telah mengembangkan beberapa perilaku aneh seperti menarik rambut sendiri dan membentur tembok.
Claire Wang, sementara itu, menuduh pemerintah kota gagal menanggapi dengan urgen atas tuduhan obat bius ini. “Hampir sebulan sebelum pemerintah kota bergerak untuk mulai menguji anak-anak di sekolah pada 5 Juni,” tukasnya.
Melalui tes yang dilakukan sekitar 22 hari setelah laporan diajukan, hampir tidak mungkin untuk melacak residu obat apa pun dalam sistem anak-anak, dan oleh karena itu kebenaran kemungkinan besar tidak akan terungkap, katanya.
Claire Wang menambahkan, aksi protes kali ini juga merupakan seruan untuk undang-undang yang lebih komprehensif tentang pendidikan dan pengasuhan anak usia dini, dan untuk pengawasan yang lebih baik oleh pemerintah pusat dan daerah, di tengah meningkatnya insiden pelecehan anak prasekolah yang dilaporkan di pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak.
Mengutip data tahun 2022, Claire mengatakan, sejumlah 11.950 kasus pelecehan anak dilaporkan ke pihak berwenang di Taiwan, berarti rata-rata satu kasus dilaporkan setiap 43 menit.