(Taiwan, ROC) – Bank Tenaga Kerja telah mengumumkan "Survei Tren Perekonomian dan Pasar Tenaga Kerja Kuartal Ketiga Tahun Kelinci" yang memperlihatkan bahwa optimisme perusahaan terhadap perekonomian kuartal ketiga mencapai level tertinggi dalam lima musim dan hampir 50% perusahaan memiliki rencana kenaikan gaji pada paruh kedua tahun ini, mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada periode yang sama. Mengenai prospek perekonomian kuartal ketiga, sebuah situs pencarian kerja, Yes123, telah mengumpulkan kuesioner dari 1.242 anggota dan 984 perusahaan yang valid. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa "rasio optimisme bersih" perusahaan naik sebesar 20,1%, mencapai level tertinggi dalam lima musim.
49% perusahaan mengungkapkan rencana kenaikan gaji pada paruh kedua tahun ini. Angka ini lebih tinggi 44,8% pada periode yang sama tahun lalu dan 18,5% dua tahun sebelumnya, mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada periode yang sama. Selain itu, 39% perusahaan juga memiliki rencana bagi-bagi bonus atau keuntungan.
92% perusahaan mengungkapkan rencana perekrutan pada kuartal ketiga dengan gaji awal sebesar NT$38.000, mencapai level tertinggi dalam sepuluh tahun pada periode yang sama. Sementara itu, "rasio optimisme bersih" para pekerja bertambah sebanyak 2%, mengalami pertumbuhan positif untuk pertama kalinya setelah mengalami penurunan selama empat musim berturut-turut. Selain itu, 88% pekerja memiliki rencana untuk mencari pekerjaan baru pada kuartal ketiga.
Jurubicara Yes123 Yang Zong-bin (楊宗斌) menganalisis, saat ini merupakan periode "lonjakan pemulihan" setelah penurunan level pandemi. Jika kekurangan pekerja di industri pariwisata dan katering teratasi serta ekspor kembali tumbuh, diharapkan rasio perekrutan karyawan dan kenaikan gaji akan meningkat.
Dia mengatakan, "Pembukaan perbatasan dan penurunan level pandemi memang menguntungkan, tetapi menyebabkan industri perhotelan dan pariwisata mengalami kekurangan tenaga kerja. Semuanya bergantung pada musim kelulusan untuk meredakan tekanan kekurangan tenaga kerja. "
Namun, Yang Zong-bin juga menekankan, saat ini keinginan perusahaan untuk menaikkan gaji dan membagikan keuntungan masih belum mencapai standar sebelum pandemi. Menurutnya, karena kondisi perekonomian dalam dan luar negeri sama-sama belum sepenuhnya pulih, kinerja karyawan masih menjadi faktor utama dalam aspek kenaikan gaji oleh pengusaha. Kenaikan gaji serempak masih jarang terjadi, terutama di sektor-sektor yang mengalami krisis tenaga kerja.