History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertama Terjadi Sejak 2020, Selandia Baru Mengalami Resesi

  • 17 June, 2023
  • 曾秀情
Pertama Terjadi Sejak 2020, Selandia Baru Mengalami Resesi
Pertama Terjadi Sejak 2020, Selandia Baru Mengalami Resesi

(Taiwan, ROC) – Berdasarkan laporan dari media Agence France –Presse (AFP), dikarenakan kerusakan akibat badai topan yang merusak di seluruh wilayah negeri beberapa bulan sebelum pemilihan nasional, ekonomi Selandia Baru yang dipimpin oleh bidang agrikultural kini mengalami resesi, demikian hasil rilis data resmi pemerintah yang diumumkan 15 Juni. Biro Statistik Selandia Baru (Stats NZ) menyampaikan bahwa setelah terjadi pelemahan sebesar 0,7% di akhir tahun 2022, ekonomi Selandia Baru di kuartal pertama tahun ini mengalami kontraksi penurunan sebesar 0,1%.

Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson dari pihak tengah-kiri mengakui 4 bulan sebelum Pemilihan Umum Selandia bahwa resesi bukanlah “hal yang mengejutkan”. Ia menyampaikan, “kami mengetahui bahwa tahun 2023 merupakan tahun yang menantang, karena perekonomian global melemah, inflasi tetap tinggi untuk waktu yang berlanjut, dan kondisi cuaca di Pulau Utara terus mengganggu kegiatan rumah tangga dan usaha.”

Peristiwa banjir di Auckland bulan Januari dan siklon tropis Gabrielle di bulan Februari membebani ekonomi. Pemerintah memperkirakan, untuk mengatasi kerusakan akibat cuaca ekstrim, dibutuhkan biaya pengeluaran hingga mencapai NZ$15 juta (US$ 9 juta). Ini merupakan resesi pertama Selandia Baru sejak tahun 2020, di mana saat itu pandemi COVID-19 menyebabkan penutupan perbatasan dan menghambat ekspor.

Dengan ekonomi yang terus menurun, inflasi meningkat hingga 6,7% dan Pemilu 14 Oktober yang semakin dekat, pihak oposisi tengah-kanan dapat secara cepat membidik pemerintah. Juru bicara keuangan dari pihak oposisi, Nicola Willis mengatakan, ekonomi Selandia Baru berada di lampu merah, menyusut bahkan di saat inflasi meningkat. Bidang pertanian, manufaktur, transportasi, dan pelayanan seluruhnya mengalami penurunan.

Komentar

Terbarumore