(Taiwan, ROC) -- Tiger Team Kementerian Pertahanan Keamanan Amerika Serikat memberikan saran tentang langkah-langkah untuk mempercepat penjualan peralatan militer asing, berharap dapat mengurangai masalah keterlambatan penyerahan dan pembayaran, memperluas kemampuan pertahanan negara, untuk itu mempercepat penyerahan peralatan senjata kepada negara mitra. Pemerintah Amerika Serikat beberapa tahun terakhir ini telah memperbaiki masalah keterlambatan pengiriman penjualan persenjataan ke Taiwan.
Menteri Pertahanan Keamanan AS Lloyd Austin mengesahkan penjualan keluar persenjataan militer AS (FMS) pada tanggal 13 Juni.”Tiger Team” yang bertanggung jawab untuk penandatangani MoU. Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani juga tersebut mengusulkan enam rekomendasi termasuk meningkatkan pemahaman tentang persyaratan sekutu dan mitra, menetapkan standar dan indikator pemberian kontrak, dan memperluas kemampuan pangkalan industri pertahanan untuk meningkatkan dan mempercepat pelaksanaan proses penjualan persenjataan militer asing dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat.
Sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina tahun 2022, Amerika Serikat terus memberikan bantuan persenjataan perang kepada Ukraina, bahkan oleh karena itu membuat penyerahan persenjataan yang dibeli Taiwan mengalami keterlambatan pengiriman. Seiring dengan semakin terus menengangnya situasi antar selat Taiwan, Kongres Amerika Serikat sangat memperhatikan masalah keterlambatan penyerahan peralatan persenjataan militer ini.