(Taiwan, ROC) – Pasar kendaraan listrik Daratan Tiongok perlahan berubah dari biru menjadi merah, membuat perusahaan mobil akan melakukan apa pun agar dapat bertahan. Menurut pakar analisis pasar, perang harga “penjualan, bukan keuntungan” mungkin akan terus terjadi hingga akhir tahun, “jika tidak mendapatkan pangsa pasar hari ini, Anda mungkin besok akan keluar.” Perang harga dalam industri otomotif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) semakin intens, dan telah menjadi pilihan diam-diam dari berbagai perusahaan yang menginginkan penjualan dari pada keuntungan. Pasar otomotif di bulan Mei tahun ini memperlihatkan tren tersebut.
Menurut berita China Business News, secara total ada 12 model kunci otomotif dalam negeri RRT telah diluncurkan di bulan Mei tahun ini. Strategi penjualan dan harga secara kasar merefleksikan 4 aspek di pasar saat ini. Yang pertama adalah produsen besar BYD(比亞迪) sendiri secara aktif memangkas harga dan meluncurkan berbagai kendaraan baru untuk memperluas pangsa pasar, yang kedua adalah berbagai perusahaan otomotif besar lainnya secara aktif berkompetisi dengan BYD untuk mendapatkan pangsa pasar. Ketiga, berbagai merek mobil patungan bersaing untuk pasar kendaraan dengan penyusutan bahan bakar, dengan harga yang lebih agresif. Terakhir, ada berbagai perusahaan mobil marjinal yang masih berjuang, tapi sepertinya tidak dapat pulih.
Laporan tersebut mengutip orang dalam industri menunjukkan bahwa di kuartal pertama tahun ini, pasar otomotif RRT jauh berbeda dengan kuartal kedua. Di kuartal pertama, daya beli tidak memadai karena cerukan kebijakan dan berbagai alasan lain di tahun lalu. Permintaan pasar pulih di kuartal kedua, tapi “volume penjualan didapatkan melalui perang harga.” Seorang manajer produk dari perusahaan mobil baru dalam laporan terkait menyampaikan secara terus terang bahwa logika penetapan harga tradisional tentang ukurang, harga, dan konfigurasi telah hilang, dan pasar sangat kacau, berbagai hal dilakukan untuk bertahan. Seperti perang harga antara Didi dan Uber di masa lalu, berharap untuk dapat membunuh musuh.”
Laporan menunjukkan bahwa kompetisi industri otomotif Tiongkok sangat ketat dan kecepatan perombakan semakin cepat. Dalam waktu 3 tahun terakhir, setidaknya 75 merek kendaraan telah dihilangkan. Dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, secara konservatif diperkirakan 60%-70% merek akan tereliminasi. Di tahun 2025, 10 perusahaan besar RRT akan menempati 90% pasar, yang berarti sebagian besar perusahaan-perusahaan marjinal akan keluar. Wakil GM Chery Automobile Li Xue-yong (李學用) menyampaikan bahwa pada saat ini, perang harga di pasar otomotif akan berlangsung hingga akhir tahun ini, atau bahkan hingga tahun depan dan berbagai perusahaan mobil harus bersiap untuk untuk pertempuran penentu selama 20 bulan.