(Taiwan, ROC) --- Kamar Dagang Amerika Serikat di Taiwan (AmCham) merilis buku putih pada tanggal 7 Juni 2023. Buku tersebut menuliskan, dari 102 item yang diajukan pada tahun 2022, ternyata hanya ada 8 yang kemudian diangkat untuk ditangani. Pihak kamar dagang berharap bahwa jalinan komunikasi yang terjalin antara pemerintah Taiwan dengan AS dapat diperkuat.
Untuk tahun ini sendiri, buku putih kembali merekomendasikan 95 hal, yang mana berfokus pada 4 isu utama, masing-masing prosedur hukum, energi, digitalisasi dan pengembangan bakat terampil. Buku bersangkutan juga menyebutkan bahwa di tengah situasi kritis saat ini, Taiwan sudah sepatutnya tidak buang waktu.
Buku bersangkutan menyebutkan Taiwan dan Amerika Serikat telah menandatangani tahap pertama “Inisiatif Perdagangan Abad-21 Taiwan–AS”, yang mana ini adalah sebuah pencapaian yang positif. Pihak kamar dagang juga berharap agar kedua pemerintah dapat segera merembukkan kerangka blueprint untuk merealisasikan wacana yang sudah ada.
Taiwan dan AS diharapkan untuk segera menegosiasikan perjanjian perdagangan bilateral yang lebih komprehensif, serta mendorong pejabat tingkat tinggi AS untuk mengunjungi Taiwan secara rutin dan mendorong partisipasi Taiwan di panggung internasional.
Yang patut diperhatikan adalah, baru-baru ini CEO TSMC, Mark Liu (劉德音) menyebutkan bahwa pengembangan energy hijau di Taiwan terlampau lambat. Buku putih juga menyebutkan, meski Taiwan aktif menyesuaikan kebijakan struktur energinya, tetapi kemajuannya ternyata berada di jauh di belakang. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi operasional industri dan keamanan nasional.
Amy Chang (張韶韵), CEO Kamar Dagang Amerika di Taiwan menyampaikan, transisi energi di Taiwan melibatkan isu-isu seperti penggunaan lahan, komunikasi masyarakat, dan lokalisasi. Pemerintah sudah sepatutnya merilis kerangka blueprint untuk melakukan koordinasi sejelas mungkin.
Ia mengatakan, “Apakah sumber daya listrik yang dihasilkan oleh inovasi energi bersih bisa mencukupi kebutuhan yang ada, yang terpenting adalah negosiasi antara pihak penyedia dengan pengguna. Untuk masalah koordinasi, kami berharap dapat melihat kerangka blueprint yang lebih jelas. Segera beritahu kami berapa banyak pasokan listrik yang tersedia, dan bagaimana menentukan standar konsumsi listrik yang besar dan kecil. Itulah hal-hal yang sejauh ini menjadi perhatian kami.”
Ketika menyinggung isu lintas selat dan geopolitik, Kamar Dagang AS menegaskan kembali, sebagian besar anggota bisnis telah menekankan bahwa mereka akan terus memperluas investasi mereka di Taiwan dalam tiga tahun mendatang. Selama roda perekonomian di Taiwan berjalan dengan baik maka Taiwan akan semakin perkasa, dan hal ini tentu akan melindungi Taiwan itu sendiri.