(Taiwan, ROC) --- Chairperson Radio Taiwan Internasional (Rti), Cheryl Lai (賴秀如) memimpin delegasi untuk melakukan kunjungan ke Indonesia. Pada Jumat siang (2/6), tim Rti tiba di sekolah Tionghoa Perantauan, Sekolah Bina Mulia, Kalimantan Barat.
Selaku Ketua Yayasan Pendidikan Bina Mulia Pontianak, Sri Dewi Limin (林正玲) diketahui sempat menimba ilmu di Taiwan. Sekembalinya ke Indonesia, Sri Dewi Limin meneruskan pengelolaan sekolah yang didirikan oleh ayahnya, yakni Soewito Limin (林上強). Soewito Limin adalah pendiri Yayasan Pendidikan Bina Mulia Pontianak.
Pelajar Sekolah Bina Mulia yang terdiri dari pelajar TKK (Taman Kanak-Kanak) hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) membawakan penampilan berupa nyanyian dan tarian yang diiringi alat musik rebana, guna menyambut kedatangan tim rombongan.



Sri Dewi Limin mengatakan, Sekolah Bina Mulia adalah sekolah yang mendapat dukungan dari Komite Tionghoa Perantauan (OCAC) di Taiwan. Tim pengajar sekolah bersangkutan aktif mengembangkan keterampilan berbahasa Mandarin, Indonesia dan Inggris. Saat ini ada lebih dari 1.000 siswa yang menuntut ilmu di sekolah bersangkutan.
Di samping itu, setiap tahunnya setidaknya ada 20 siswa yang diberangkatkan ke Taiwan untuk belajar setiap tahunnya. Ini adalah cerminan penting yang dapat memupuk tali persahabatan antara Taiwan dengan Indonesia, terutama untuk sektor pendidikan.
Tim rombongan Rti kemudian melanjutkan perjalanan dengan berkunjung ke Radio Republik Indonesia cabang Pontianak (RRI Pontianak). Dalam kunjungan kali ini, Rti juga akan membahas perihal hubungan kerja sama bilateral antar kedua perusahaan.
Saat menerima wawancara RRI, Cheryl Lai menekankan pihaknya berharap kedua belah pihak dapat menggelar komunikasi yang setara dan saling menguntungkan, serta menyediakan program acara gratis yang akan diperdengarkan kepada pendengar di Kalimantan. Program tersebut nantinya akan hadir dalam bahasa Indonesia, dialek Hakka dan bahasa Mandarin.
Cheryl Lai mengatakan, “Prinsip kerja sama kami adalah hubungan timbal balik yang setara. Kami berharap dapat menyediakan program acara bahasa Mandarin dan dialek Hakka kepada mereka secara cuma-cuma. Melalui penyiaran mereka, kami harap dapat memperluas dan memberikan kami lebih banyak perihal musik yang kini menjadi tren atau mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Karena banyak masyarakat asal Kalimantan di Taiwan, yang tentunya ingin mendengarkan jenis musik seperti demikian.”
Kepala Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pontianak, Widhie Kurniawan pun menyambut positif, serta menantikan kerja sama kedua belah pihak, salah satunya adalah menggelar siaran langsung bersama secara berkala.

Cabang RRI Pontianak juga akan menyediakan saluran FM untuk kemudian menyiarkan program Rti Siaran Bahasa Indonesia (RTISI). Hal ini memperlihatkan komitmen kedua belah pihak untuk mempererat jalinan pertukaran antar Taiwan dengan Indonesia. Pada masa mendatang, RTISI bersama dengan RRI Pontianak akan terus membahas detail dari kerja sama yang ada.
Selang lima tahun, Rti akhirnya kembali menghelat kegiatan Temu Pendengar yang digelar secara tatap muka pada tanggal 2 Juni 2023. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas, ada sekitar 280 pendengar yang mendaftar untuk turut serta meramaikan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang rela terbang dari Jakarta atau Sumatera.
Cheryl Lai menambahkan, Rti hadir melayani masyarakat global melalui 20 bahasa dunia. Dan salah satunya adalah bahasa Indonesia yang pada tahun ini akan memasuki usia 67 tahun.
Cheryl Lai mengatakan, “Banyak orang yang penasaran perihal perkembangan seperti apa dimiliki Rti. Saya akan beritahu kepada Anda semua, kami berharap bahwa nantinya pendengar di Indonesia bisa bertemu dengan pendengar Indonesia yang saat ini berada di Taiwan.”
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono juga menghelat acara pembagian nasi kuning dan penukaran cendera mata bersama dengan Chairperson Rti, Cheryl Lai. Dalam kata sambutannya, Wali Kota Edi mengatakan, meski jumlah pendengar radio semakin sedikit, tetapi radio tetap menjadi media penting untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas.
Melalui daya siar yang mumpuni, pertukaran informasi di sektor pariwisata dan kebudayaan antar Taiwan dengan Indonesia diharapkan dapat semakin meningkat.
Agenda tahunan Temu Keluarga Pendengar Radio (TKPR) ke-7 digelar di Pontianak selama 3 hari berturut-turut, semenjak tanggal 2 Juni hingga 4 Juni 2023. Kegiatan tahun ini juga diramaikan oleh Radio Republik Indonesia (RRI), Voice of America (VOA), Voice of Vietnam (VOI). Rti juga menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Radio Volare (radio lokal Pontianak). Sementara kegiatan temu pendengar di Jakarta akan diadakan pada tanggal 4 Juni 2023, dan pada saat yang sama juga akan menghelat pertukaran dengan media lokal.