(Taiwan, ROC) – Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat (AS), Hsiao Bi-khim dalam pertemuannya dengan media per 30 Mei lalu, menyampaikan bahwa terlepas dari tekanan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), hubungan kerja sama antara Taiwan dan AS untuk pertahanan dan perdagangan terus diperkuat. Taiwan selanjutnya akan melakukan investasi dalam kemampuan asimetris untuk melawan agresi. Mengenai dampak Pemilihan Umum (Pemilu) Taiwan, ia menekankan bahwa tidak peduli bagaimana rezim berubah, pemeliharaan hubungan antar selat dan hubungan Taiwan-AS tidak akan berubah.
Dalam pertahanan Taiwan, Hsiao Bi-khim menyampaikan, bahwa Taiwan tidak memiliki intensi untuk terlibat dalam perlombaan senjata, terlepas dari meningkatnya ancaman kekuatan Negeri Tirai Bambu. Sebaliknya, Taiwan berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya serta menghargai dukungan teknologi senjata dan pertahanan dari AS di bawah UU Hubungan Taiwan. Meskipun perang Ukraina telah menunda penjualan senjata AS ke Taiwan, tapi kedua belah pihak telah mencapai beberapa kemajuan dan mencari pendekatan inovatif, seperti mendirikan pusat perawatan F-16 di Taiwan.
Sebagai tambahan, hubungan perdagangan Taiwan-AS juga semakin mendalam. Kedua belah pihak telah menyelesaikan fase pertama dari “Inisiatif Perdagangan Taiwan-US di Abad 21” (U.S – Taiwan Initiative on 21st Century Trade), di mana mereka berharap agar dapat meletakkan dasar untuk kesepakatan yang lebih komprehensif di masa depan. Hsiao Bi-khim mengutarakan, bahwa Taiwan berharap untuk dapat menyelesaikan masalah pajak berganda dalam negosiasi masa depan, khususnya masalah yang disebabkan oleh perusahaan Taiwan ketika berinvestasi di Amerika Serikat.
Hasil Pemilu Taiwan tidak akan Berdampak pada Hubungan Antar-Selat dan Hubungan Taiwan – AS
Taiwan akan menggelar pemilihan presiden pada bulan Januari 2024. Presiden petahana Tsai Ing-wen (蔡英文) tidak dapat melanjutkan pemilihan karena beliau sudah pernah terpilih kembali. Wakil Presiden William Lai (賴清德) akan maju sebagai perwakilan Partai Demokratik Progresif (DPP). Partai oposisi Kuomintang (KMT) mengumumkan bahwa pihaknya merekrut Walikota New Taipei Hou Yu-ih di awal bulan ini sebagai kandidat partai.
Beberapa komentator percaya, bahwa jika dibandingkan dengan William Lai, Hou Yu-ih memiliki sikap yang lebih “moderat” terhadap RRT, atau mungkin mencari posisi untuk berkompromi dalam hubungan antar selat. Mengadvokasi hubungan yang lebih dekat dengan Daratan Tiongkok disebut-sebut sebagai salah satu alasan mengapa KMT kalah dalam 2 pemilihan presiden sebelumnya.
Hsiao Bi-khim mengatakan, “kami telah membentuk keinginan bersama untuk mempertahankan status quo di sekitar Selat Taiwan.” “Hal ini merupakan persamaan terbesar dari partai-partai politik yang berbeda di Taiwan. Pada akhirnya, hubungan kami dengan Amerika Serikat juga harus berkelanjutan. Terlepas dari perubahan pemerintahan, baik di Amerika Serikat dan Taiwan.” Ia mengatakan, masyarakat Taiwan berharap untuk mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat dan negara-negara demokratis lainnya. “Melihat untuk jangka panjang, kami memiliki visi internasional yang berkelanjutan dan stabil, di mana akan terus berlanjut terlepas dari hasil Pemilu Taiwan.”
Selain itu, Hsiao Bi-khim juga memperingatkan, bahwa Beijing kemungkinan akan mencampuri Pemilu Taiwan lagi dengan menyebarkan informasi palsu, tapi Taiwan akan terus menangani masalah ini.