(Taiwan, ROC) – Merayakan 4 tahun legalisasi pernikahan sesama jenis Divisi Kesetaraan Gender dari Yuan Eksekutif untuk pertama kalinya merilis “Survei Kondisi Kehidupan LGBTI” di Asia dengan jumlah 13.104 orang yang berpartisipasi. Isi survei terkait dengan tingkat melela, dukungan sosial masyarakat, permusuhan dan diskriminasi, kesehatan fisik dan mental. Dalam “Forum Promosi Kesetaran Gender Taiwan – Uni Eropa 2023” di bulan Juli, diharapkan hasil survei resmi dapat dirilis.
Divisi Kesetaraan Gender menyampaikan, menurut survei, 52% responden percaya bahwa diskriminasi dan permusuhan dari masyarakat terhadap kaum LGBTI telah berkurang dalam 12 bulan terakhir, dan 48% responden masih percaya mereka didiskriminasi atau merasakan ketidaknyamanan karena identitas multi-gender mereka.
Survei memperlihatkan bahwa alasan utama peningkatan atau berkurangnya diskriminasi adalah perubahan hukum dan kebijakan, terhitung 42%. Faktor utama dari meningkatnya diskriminasi adalah laporan negatif dari media yang terhitung 43%.
Hasil survei juga memperlihatkan bahwa 23% responden telah dilecehkan atau merasa tidak nyaman dalam waktu 12 bulan terakhir, termasuk di kehidupan sehari-hari atau online, mendapatkan kata-kata yang kasar atau perilaku mengancam. 170 orang, sekitar 1,3% mengatakan bahwa dalam waktu 12 bulan terakhir telah dilecehkan secara fisik, seksual, atau pelecehan lainnya. Namun, menurut survei, sebanyak 95% responden terkait tidak melaporkan atau mengajukan tuntutan melalui mekanisme apapun.
Dibandingkan dengan hasil survei Uni Eropa tahun 2019 terhadap kaum LGBTI di 30 negara (EU – LGBTI Survey II), Divisi Kesetaraan Gender mengatakan, responden Taiwan percaya bahwa diskriminasi dan permusuhan telah berkurang, 12 persen poin lebih tinggi dari pada hasil survei Uni Eropa, menunjukkan bahwa masyarakat Taiwan lebih bersahabat.
Namun, perbaikan secara positif masih dibutuhkan di sekolah, tempat kerja, keamanan diri, dan kesehatan, termasuk sistem hukum dan pendidikan.