(Taiwan, ROC) -- The Center for Asia-Pacific Resilience and Innovation (CAPRI) pada tanggal 29 Mei 2023 menghelat forum internasional di Taipei, mengundang kalangan politisi, pebisnis, akademisi dan perwakilan organisasi masyarakat, bersama pimpinan CAPRI dan pimpinan dunia dan pakar sepakat membahas tantangan ketahanan berbagai sektor yang dihadapi masa kini, serta mencari solusi tata kelola inovatif. Tsai Ing-wen pada hari ini (30/5) bertemu dengan rombongan ini di istana kepresidenan.
Presiden Tsai mengatakan, CAPRI terbentuk pada bulan Mei tahun lalu, merupakan wadah pemikir di Taiwan bertaraf internasional, tidak hanya mengupayakan solusi sebagai isu-isu permasalahan dunia, tetapi juga menjadi lembaga penelitian penting berbagai negara, seperti institusi Brookings yang membangun kemitraan, menghimpun kekuatan besar untuk isu-isu dunia. Ia berterima kasih kepada CAPRI yang aktif menggelar berbagai kegiatan, hingga mampu meningkatkan visibilitas Taiwan dalam dunia internasional dan ketangguhan Taiwan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Presiden Tsai mengemukakan, beberapa tahun yang lalu, akibat pandemi yang melanda seluruh dunia dan perang Rusia-Ukraina, menjadi momen menghadapi tantangan, kekompakan komunitas dunia sangat berperan penting, serta Taiwan memainkan peran kunci untuk dunia, Beliau optimis CAPRI akan menyebarluaskan perspektif Taiwan untuk dunia. Presiden Tsai mengatakan, “Terbentuknya CAPRI persis sesuai dengan apa yang diperlukan oleh Taiwan, kami sangat optimis sekali dengan jaringan internasional yang dibangun CAPRI, berlanjut memperdalam konektivitas Taiwan dengan dunia, melalui pembahasan kebijakan publik, mempropagandakan perspektif Taiwan , suara Taiwan ke dunia.”
Presiden Tsai juga menyambut Ketua Penasihat CAPRI Internasional, Mantan PM Australia, Malcolm Turnbull atas kunjungannya ke Taiwan, sekaligus berterima kasih atas perhatian dan kontribusinya terhadap isu-isu Taiwan dan dunia, Beliau juga mengharapkan melalui partisipasi dan pengaruh anggota CAPRI dapat bersama-sama mengupayakan kemakmuran regional. Dalam sambutan Malcolm Turnbull mengatakan, dilihat dari demokrasi Indo Pasifik dan dunia, mulai dari kerja sama yang padat dan penting, invasi Rusia terhadap Ukraina menjadi contoh nyata, satu bagian yang sangat penting.
Malcolm Turnbull beranggapan, pada kawasan ini, banyak negara yang menitikberatkan perhatian pada ibukota besar seperti Washington dan Beijing, jauh melebihi dari komunikasi dan kerja sama, maka dari itu selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, ia secara khusus menekankan keamanan negara bukan sekedar arah radiasi yang mengarah ke tengah, akan tetapi lebih mirip dengan jaringan, akan semakin banyak negara-negara demokratis yang berpandangan sepaham bersatu padu, agar semakin kompak dan solid.