(Taiwan, ROC) – Yuan Legislatif telah meloloskan pembacaan ketiga rancangan amandemen parsial “Undang-undang Imigrasi Masuk dan Keluar Negeri” pada hari ini (30 Mei). Untuk menarik talenta asing yang luar biasa datang ke Taiwan dan meningkatkan insentif menetap secara permanen di Taiwan, setelah amandemen undang-undang, regulasi tinggal dan menetap akan dilonggarkan bagi mereka yang memberikan kontribusi khusus untuk Taiwan, profesional senior, pemenang kompetisi yang diakui internasional di berbagai bidang profesional, serta imigran yang berinvestasi. Pasangan dari pemohon, anak-anak di bawah usia 18 tahun, dan anak-anak dengan disabilitas dapat mengajukan izin tinggal permanen bersama dengan mereka.
Revisi undang-undang ini juga melonggarkan peraturan bahwa para warga asing yang telah mendapatkan izin tinggal permanen harus tinggal di Taiwan selama 183 hari dalam setahun. Amandemennya adalah izin tinggal baru akan dicabut jika rata-rata waktu tinggal tahunan dalam 5 tahun terakhir tidak mencapai 183 hari. Untuk menarik orang Tionghoa asing di luar negeri kembali ke Taiwan, klausul bacaan ketiga juga melonggarkan regulasi terkait. Mereka yang tidak terdaftar dalam rumah tangga, tapi memasuki Taiwan dengan paspor Republik Tiongkok dibebaskan dari pengajuan izin masuk. Masa izin tinggal berkelanjutan dari lebih dari 7 tahun ke atas akan dipersingkat menjadi 5 tahun ke atas, dan jika setiap tahunnya tinggal selama 183 hari atau lebih, dapat mengajukan izin menetap. Bagi anak-anak yang lahir di luar negeri dan memiliki paspor, batas usia untuk mengajukan izin menetap juga ditiadakan.
Pembacaan klausul ketiga juga menambahkan, warga negara asing, warga Daratan Tiongkok, Hong Kong, dan Makau, jika melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang diakui internasional maka dilarang untuk masuk ke Taiwan. Orang asing yang masa izin tinggalnya telah kadaluarsa, tinggal atau bekerja secara ilegal, maka waktu larangan untuk masuk ke Taiwan akan diperpanjang, dari minimum 1 tahun hingga tidak lebih dari 3 tahun menjadi minimum 1 tahun dan tidak lebih dari 7 tahun.
Setelah pembacaan ketiga, legislator Partai Progresif Demokrat Taiwan (DPP) Chuang Jui-hsiung (莊瑞雄) menyampaikan, bahwa berdasarkan data statistik dari Dirjen Imigrasi Nasional (NIA) April tahun ini, populasi imigran baru secara resmi telah lebih dari 580.000, yang mana berarti sama dengan populasi penduduk suku adat Taiwan. Oleh karena itu, Taiwan sangat perlu mengadopsi kebijakan yang lebih beragam dan inklusif untuk membangun lingkungan sosial yang bersahabat bagi para imigran. Chuang Jui-hsiung, “melonggarkan regulasi tempat tinggal menetap, meningkatkan insentif bagi talenta berkualitas tinggi untuk datang dan menetap di Taiwan, memperberat denda, memberikan denda tambahan, memperkuat investigasi ilegal, penegakan hukum bagi para migran, di satu sisi menciptakan lingkungan yang lebih berkualitas dan lingkungan tempat tinggal yang lebih bersahabat bagi para talenta. Di sisi lain, perlindungan keamanan nasional dipertimbangkan untuk ditangani bersamaan.”
Legislator New Power Party (NPP) Chiu Hsiang-chih (邱顯智) mengatakan bahwa revisi dari undang-undang ini terkait dengan pengusiran paksa orang asing. Terkait dengan rapat peninjauan wajib yang relevan, seorang pengacara perlu ditunjuk untuk membantu, menjamin hak untuk berpartisipasi dalam proses, sebagai kemajuan besar dari hukum Taiwan. Legislator Partai Rakyat Taiwan (TPP) Chen Wan-hui (陳琬惠) menunjukkan bahwa Taiwan merupakan negara yang mempekerjakan para pekerja migran dari Asia Tenggara, memiliki sistem keamanan yang tidak memadai bagi para pekerja migran, sehingga para pekerja migran yang berada di Taiwan tidak dapat bekerja di lingkungan yang aman dan wajar, terpaksa melarikan diri dan kehilangan kontak, meminta Kementerian Tenaga Kerja (MOL) untuk mereformasi kebijakan ke depan, membebaskan para pekerja migran dari eksploitasi dan kerja paksa.