History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tiongkok Memasuki Pasar Bahan Bakar Domestik Sri Lanka

  • 27 May, 2023
  • 尤繼富
Tiongkok Memasuki Pasar Bahan Bakar Domestik Sri Lanka
Sinopec

(Taiwan, ROC) -- Kantor Berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan, Sri Lanka yang sangat kekurangan dana menandatangani perjanjian pada 22 Mei untuk mengizinkan Sinopec memasuki pasar bahan bakar domestiknya dan bersaing dengan perusahaan minyak India dan ritel milik Sri Lanka. Perjanjian tersebut menjadikan Sinopec sebagai pendatang baru pertama di pasar Sri Lanka dalam 20 tahun terakhir. Sri Lanka terpaksa menjatah bahan bakar ketika impor terganggu karena krisis valuta asing tahun lalu.

Kantor Kepresidenan Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan, dia menyaksikan penandatanganan kesepakatan dengan Sinopec. “Ini langkah kunci dalam memastikan stabilitas negara dan pasokan bahan bakar yang tidak terputus,” ungkapnya. Kekurangan bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya, seperti makanan dan obat-obatan menyebabkan demo berbulan-bulan pada tahun lalu. Puncaknya adalah penggulingan Presiden Gotabaya Rajapaksa yang melarikan diri dari Sri Lanka. Di puncak krisis, para pengemudi harus antre berhari-hari untuk mengisi tangki bahan bakar mereka.

Menteri Listrik dan Energi Sri Lanka Kanchana Wijesekera mengatakan pada 22 Mei bahwa Sinopec akan mengakuisisi 150 stasiun pompa yang saat ini dimiliki oleh Ceylon Petroleum Corporation (CPC) milik negara. Perjanjian baru itu juga akan memberi Sinopec lisensi untuk beroperasi di Sri Lanka selama 20 tahun dan berinvestasi mendirikan 50 gerai ritel lainnya, kata Kanchana Wijesekera.

Pemerintah Sri Lanka pada prinsipnya menyetujui perusahaan minyak raksasa dari Tiongkok, Australia, dan Amerika Serikat untuk memasuki pasar ritel lokal pada Maret tahun ini dan Sinopec adalah yang pertama menandatangani perjanjian tersebut. Tujuan utama dari keputusan ini adalah untuk mengakhiri 20 tahun duopoli antara CPC dan Indian Oil Corporation. Indian Oil Corporation adalah perusahaan asing pertama yang diizinkan untuk memasuki pasar Sri Lanka sejak nasionalisasi CPC 60 tahun lalu.

Komentar

Terbarumore