(Taiwan, ROC) -- Guna mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) kemarin (23/5) mengumumkan, penyesuaian kualifikasi perekrutan pekerja migran asing mencakup sektor konstruktor, manufaktur, pertanian dan instansi perawatan medis, total akan bertambah sebanyak 28.000 kuota pekerja migran, masa pemberitahuan 7 hari, paling cepat akan diimplementasikan pada pertengahan bulan Juni.
Wakil Direktur Jenderal Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Lai Chia-jen (賴家仁) mengemukakan, dalam rangka mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, melalui pembahasan kelompok kerja kebijakan tenaga kerja multi nasional bersama dengan kementerian perekonomian, dewan pertanian, kementerian kesehatan dan kesejahteraan telah menyepakati 4 sektor utama akan menambah kuota penempatan sebesar 28.000 orang, masa pemberitahuan untuk penyesuaian kualifikasi perekrutan tenaga kerja selama 7 hari hingga 30 Mei, selanjutnya akan menyusun saran masukan dan paling cepat akan diterapkan pada pertengahan bulan Juni.
Yang pertama adalah sektor manufaktur, kementerian ketenagakerjaan mendata, akan ada penempatan 600 pekerja migran, yang ditempatkan di 210 perusahaan terkait, mencakup 142 perusahaan sektor produk perikanan olahan, 27 perusahaan pembuatan tahu dan 31 perusahaan logam perkapalan. Lai Chia-jen mengatakan, mempertimbangkan kendala untuk proses otomatisasi, jumlah orang dalam kuantitas besar, dan lingkungan dengan suhu tinggi, kelembapan tinggi, debu dan kimia, tingkat kesulitan lebih tinggi, direncakanakan rasio yang disetuju dari 15% meningkat menjadi 20%.
Selain itu mendorong majikan mendahulukan perekrutan pekerja migran yang berada di Taiwan untuk menghindari pekerja migran “hilang kontak” , kekosongan tenaga kerja saat bersamaan juga membantu majikan mengatasi kebutuhan akan tenaga kerja. Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, merencanakan perusahaan sektor manufaktur yang merekrut pekerja migran dengan kuota dapat bertambah 5%, akan tetapi untuk perusahaan berlevel 3K5 akan mendapat EXTRA rasio, total perbandingan pekerja migran tidak boleh melebihi dari 40%.
Yang kedua adalah sektor konstruksi, Kementerian Ketenagakerjaan merancang industri konstruksi komprehensif berlevel A, B dan C, industri konstruksi profesional dan konstruktor bangunan, memenuhi kuota persyaratan perekrutan selama 3 tahun dan jumlah pekerja lokal (sebagai contoh kontraktor bangunan, mengerjakan proyek NT$ 10 juta ke atas dan merekrut 5 pekerja lokal), maka dapat mempekerjakan 30% pekerja migran asing, dan tambahan biaya dana stabilisasi kesejahteraan tenaga kerja maka rasio EXTRA dapat ditingkatkan maksimal 40%, diprakirakan kuota penempatan bisa mencapai 8.000 orang.
Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, kedepannya akan meningkatkan kuota penempatan sektor pertanian semula 6.000 orang naik menjadi 12.000 orang, mencakup rasio perekrutan pekerja migran untuk petani kecil skala 10 orang ke bawah maka mendapat penyesuaian pekerja asing 1:1, bahkan untuk instansi dan usaha petani skala besar tetap mempertahankan rasio 35%. Untuk menanggapi semakin meluasnya sektor pertanian maka juga akan membuka perluasan kualifikasi permohonan perekrutan pekerja migran untuk pertanian khusus seperti sayur-mayur, kebun, pembibitan, bunga, gandum, kopi dan teh dan rumah kaca, serta membuka sektor kehutanan dan pekerjaan umum perhutanan.
Untuk sektor institusi perawatan medis, diprakirakan akan bertambah penempatan pekerja migran 14.000 orang, saat ini sektor kesejahteraan yang mengadopsi rasio perbandingan tenaga kerja lokal dan pekerja migran 3:1. Instansi perawatan medis jangka panjang mencatat jumlah ranjang pasien mengadopsi rasio 5:1, di masa mendatang setiap instansi perawatan medis akan disesuaikan dengan rasio perhitungan ranjang pasien, sementara rasio perbandingan 3:1, 5:1 tidak berubah.
Selain itu, kuota pekerja migran untuk instansi perawatan medis tidak boleh melebihi jumlah perawat lokal, yang disesuaikan dengan standar 1:1, di masa mendatang akan mengadopsi perhitungan jumlah pekerja medis dan perawat lokal secara akumulatif, kemudian baru disesuaikan dengan skala institusi yang ada guna meningkatkan kualitas tenaga dalam perawatan medis