(Taiwan, ROC) --- Setelah pembukaan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-76 selesai dilaksanakan, 12 negara sahabat Taiwan mengajukan usulan agar Taiwan diikutsertakan dalam Majelis WHA dengan menyandang status pengamat. Di samping itu, juga menyarankan untuk mengirimkan perwakilan melakukan debat dengan pihak Tiongkok di tengah rapat komite.
Namun, pihak Majelis Kesehatan Dunia tetap bersikeras untuk tidak membahas usulan ini ke dalam agenda rapat. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyatakan penyesalan dan ketidakpuasan yang mendalam.
Pada tanggal 22 Mei 2023, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan jika WHA mendapat intervensi dari Tiongkok. Tekanan politik yang dilancarkan oleh Tiongkok telah membuat proposal yang diajukan oleh 12 negara sahabat Taiwan mendapatkan penolakan.
Pada tanggal 23 Mei 2023, MOFA menyampaikan, pihak Tiongkok serta perwakilan Kuba dan Karibia telah sengaja membuat interpretasi politik yang salah dan menyimpang, saat berhadapan dengan Resolusi 2578 dan Resolusi 25.1.
Mereka bahkan mengaitkan kedua resolusi di atas dengan Kebijakan Satu Tiongkok, dan keliru saat mengklaim bahwa Taiwan harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Tiongkok. Mereka juga mengabaikan banyak fakta, dan bahkan menganggap bahwa partisipasi teknologi Taiwan di dalam organisasi WHO berlangsung lancar.
Kepala Kantor Divisi Internasional MOFA, Lee Kurang-der (李冠德) menyampaikan, “Tiongkok adalah pelaku yang menekan WHO untuk mengecualikan partisipasi warga Taiwan. Bahkan dengan berani mengklaim bahwa di bawah pengaturannya, Taiwan dapat bertukar informasi dengan WHO secara tepat waktu, guna menangani kondisi darurat kesehatan masyarakat.”
Menanggapi klaim Tiongkok, AS segera menggunakan hak jawabnya untuk membantah Tiongkok. AS menekankan, Taiwan adalah contoh sukses dalam memerangi epidemi global dan sudah selayaknya diterima oleh WHO. AS juga menegaskan dukungan dan konsistensi jangka panjangnya kepada Taiwan di dalam setiap agenda dunia internasional.
Meski dikarenakan intervensi Tiongkok membuat Taiwan tidak turut dalam WHA, tetapi di lain pihak banyak negara yang kemudian berbicara mendukung Taiwan.
Wakil Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Akiko Honda menyampaikan, Taiwan telah mencapai kesuksesan besar untuk sektor kesehatan masyarakat. Dengan mengikutsertakan Taiwan, maka dapat membantu mencegah penyebaran penyakit menular di seluruh dunia.
Wakil Menteri Kesehatan Inggris, Will Quince menyampaikan, WHO saat ini sama pentingnya dengan saat pertama didirikan. WHO seharusnya mampu menyatukan seluruh ahli dari berbagai negara di dunia, yang mana ini tentu sejalan dengan visi dan misi WHO sendiri.
Di tengah visi atau misi yang ada, maka Taiwan sudah seharusnya diizinkan untuk mengemban posisi anggota pengamat WHO. Taiwan juga sudah saatnya memperoleh partisipasi penuh dalam seluruh pertemuan teknis yang akan digelar.
Di samping itu, perwakilan Ceko dan Prancis juga menyampaikan dukungan serupa, agar Taiwan diikutsertakan dalam WHA.