(Taiwan, ROC) -- Sidang Umum ke-76 Majelis Kesehatan Dunia (WHA) dimulai pada 21 Mei sore di Jenewa. Meski Taiwan tidak diundang untuk berpartisipasi, tetapi kegiatan di luar sidang terus berlanjut. Yayasan World Taiwan mengadakan forum internasional dengan tema “Dari SARS ke COVID-19: Ilmu Pengetahuan, Obat-obatan, dan Solusinya” di luar lokasi sidang umum. Mereka mengundang tiga pembicara, yaitu Akademisi Akademi Sinica Wong Chi-Huey (翁啟惠), Vincenzo Varagona selaku penulis biografi “Dr. Carlo Urbani, Dokter Pertama yang Mendedikasikan Hidupnya untuk SARS”, dan Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁).
Melalui rekaman video, Chen Jian-jen membagikan pengalaman Taiwan dalam mengatasi SARS dan COVID-19. Dia menyampaikan, persatuan dan kerja sama global sangat penting dalam mengendalikan wabah di masa depan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus lebih profesional dan netral secara politik.
Perdana Menteri Chen Chien-jen mengatakan, “Patogen penyakit menular tidak mengenal batas negara. Tidak ada satu negara pun yang dapat melawan wabah ini sendirian. Penyebaran penyakit baru harus segera dikendalikan di tempat kejadian awal. Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) harus diumumkan dengan cepat, transparan, dan meluas. WHO harus memainkan peran koordinasi yang lebih baik dengan profesionalitas dan netralitas politik."
Chen Jian-jen menekankan, dalam menghadapi kemungkinan wabah di masa depan, WHO harus segera mengumumkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC) untuk mengendalikan wabah dari sumbernya secara efektif. Menjaga transparansi dan kejujuran adalah strategi terbaik dalam menghadapi wabah.
Selain itu, Wong Chi-Huey memberikan kelas tentang “Vaksin Universal.” Dia menyampaikan, melalui proses pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, kita dapat melihat bahwa virus terus bermutasi dengan kecepatan yang sangat cepat. Jika kita hanya fokus pada wilayah di mana virus terus berubah, meski kita mengembangkan vaksin yang efektif, perlindungannya akan hilang seiring dengan mutasi virus. Oleh karena itu, penting untuk menemukan bagian virus yang tidak dapat bermutasi dengan harapan dapat mengembangkan vaksin universal yang efektif untuk mengendalikan wabah.