(Taiwan, ROC) -- Dalam wawancara upacara Presiden Tsai Ing-wen (英文總) genap 7 tahun menjabat sebagai presien, beliau meminta seluruh partai politik untuk tidak menebarkan ketakutan demi keuntungan Pemilu, menyebabkan diskusi hangat. Dunia luar mempertanyakan, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) pernah sekali mengklaim bahwa RRT sedang mempersiapkan invasi ke Taiwan, apakah hal ini juga dianggap sebagai menebar ketakutan akan perang? Joseph Wu menyampaikan pada hari ini (22 Mei) bahwa Taiwan berharap untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, dan sumber perang serta ancaman adalah Daratan Tiongkok.
Dalam konferensi pers perayaan 7 tahun pelantikannya, Presiden Tsai Ing-wen menjawab pertanyaan media terkait dengan dunia luar yang percaya bahwa memilih DPP berarti memilih perang. Menjaga status quo yang damai dan stabil tidak hanya merupakan konsensus global, tapi juga opini publik utama di Taiwan, sekaligus tanggung jawab seluruh pihak terlepas dari afiliasi partai, termasuk kedua belah pihak di Selat Taiwan. Partai politik mana pun di Taiwan harus bekerja sama untuk konsensus ini, alih-alih menjual ketakutan akan perang untuk keuntungan Pemilu, atau bahkan menggunakan ketakutan untuk menghasut masyarakat memperdagangkan kebebasan dan demokrasi.
Dalam rapat laporan khusus “Tantangan dan Kesempatan Pembangunan Hubungan Taiwan – Uni Eropa Setelah Perang Rusia – Ukraina” Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional Yuan Legislatif tanggal 22 Mei, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menjawab pertanyaan media, bahwa ia mengklaim bahwa RRT telah bersiap untuk menginvasi Taiwan dan tahun 2027 kemungkinan merupakan titik waktunya, apakah ia juga menjual ketakutan akan perang?
Joseph Wu menyampaikan, bahwa ancaman militer Daratan Tiongkok ke Taiwan tengah meningkat dan semua rang harus melihat secara jelas bahwa sumber perang dan ancaman adalah RRT. Joseph Wu mengatakan, “Di periode lalu, ancaman militer RRT terhadap Taiwan telah meningkat. Harus dilihat secara jelas, kebijakan negara kita adalah berharap dapat terus menjaga perdamaian dan stabilitas dari kedua sisi selat. Sumber perang dan ancaman adalah Daratan Tiongkok.”
Selain itu, pendiri Tesla, Elon Musk dalam sebuah wawancara baru-baru ini mengutarakan, “mengambil alih Taiwan adalah kebijakan pasti dari Tiongkok dan seluruh dunia sebaiknya menanggapi pernyataan Tiongkok dengan serius.” Ia percaya bahwa “ada keniscayaan tertentu dalam hal ini.” Joseph Wu mengulangi, RRT mengancam Taiwan, terlepas dari Taiwan adalah masyarakat yang demokratis dan bebas, hal ini perlu diputuskan oleh masyarakat Taiwan apakah sikap Daratan Tiongkok terhadap Taiwan adalah baik atau buruk. Terkait dengan pernyataan pribadi Musk, ia percaya ada banyak komentar berbeda dari seluruh pihak.
Di lain pihak, mantan Perdana Menteri Inggris Elizabeth Truss berkunjung ke Taiwan beberapa hari lalu, saat mendapatkan banyak kritik dari dunia luar, di mana hasil jajak pendapat terhadap Truss di Inggris sangat rendah. Apakah Kementerian Luar Negeri mengundang Truss dengan perhitungan? Joseph Wu mengatakan, bahwa praktek untuk mengundang para pimpinan politik dari negara lain untuk berkunjung dan berpidato di Taiwan telah lama diberlakukan. Kali ini Kemenlu juga tidak berbeda dengan yang sebelumnya.