(Taiwan, ROC) – Belakangan ini, visibilitas internasional Taiwan telah meningkat pesat, banyak warga negara asing tidak hanya mengetahui tentang Taiwan, tetapi juga memahami hubungannya dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Seorang mahasiswa Taiwan di Prancis mengemukakan, dalam dua tahun terakhir ini dirinya dapat dengan jelas merasakan jika masyarakat Prancis tahu tentang Taiwan, serta prihatin akan hubungan antara kedua sisi Selat Taiwan, bahkan mendukung agar Taiwan tidak terkontrol oleh Negeri Panda.
Dalam beberapa tahun terakhir, citra dan eksposur internasional Taiwan telah meningkat signifikan akibat perubahan dalam situasi global. Terutama setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina, stabilitas Selat Taiwan pun menjadi sorotan global, hingga kunjungan dadakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) Nancy Pelosi ke Taiwan pada bulan Agustus tahun lalu menarik perhatian dunia. Taiwan telah mengalami peningkatan secara signifikan dalam pengaruh dan suara internasionalnya, dengan meningkatnya jumlah kunjungan dari negara-negara Uni Eropa.
Seorang mahasiswa Taiwan di Prancis yang secara khusus diwawancarai oleh Radio Taiwan Internasional (Rti) pada 18 Mei mengemukakan, ketika mereka pertama kali tiba di Prancis sekitar 7-8 tahun yang lalu, banyak orang yang salah dan mengira jika mereka berasal dari Thailand ketika mereka menyebut diri mereka berasal dari Taiwan. Mereka pun harus menjelaskan dengan jelas jika Taiwan adalah negara yang merdeka dan memiliki presiden sendiri. Namun, sekitar 2 tahun yang lalu, setiap kali mereka menyebut jika mereka berasal dari Taiwan, orang lain pun akan bertanya “bagaimana hubungan Taiwan dengan Daratan Tiongkok?”.
Mahasiswa Taiwan di Prancis, He Lan-tian (何藍天) menyampaikan, saat ini banyak masyarakat Prancis tidak hanya mengetahui tentang Taiwan dan memahami hubungannya dengan Negeri Panda, tetapi juga secara terbuka menyatakan dukungan mereka terhadap Taiwan. Mereka mengakui jika Taiwan memiliki posisi penting di dunia dan tidak boleh dikendalikan oleh rezim otoriter Daratan Tiongkok.
He Lan-tian (何藍天) juga menuturkan, kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan juga telah menimbulkan kehebohan di Prancis dan memicu diskusi sengit di media sosial. He Lan-tian (何藍天) mengatakan, “Pada saat itu, saya melihat di Instagram, ada beberapa akun media sosial di Prancis secara khusus memposting berita tentang itu. Kemudian seperti surat kabar Prancis, Le Figaro pada saat itu juga secara khusus membicarakan masalah Taiwan dan Daratan Tiongkok, serta mengajukan pertanyaan tentang sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang Taiwan dan Daratan Tiongkok. Mereka juga memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk mengajukan pertanyaan dan dengan tanggap menjawab keraguan masyarakat terkait Taiwan. Pada saat itu, saya mulai menyadari betapa hebohnya Taiwan di kalangan media Prancis.”
Selain itu, Olimpiade tahun depan akan digelar di Paris, Prancis. Mahasiswa Taiwan di Prancis menyampaikan, karena masih cukup lama, baik teman sekelas dari Taiwan maupun teman Prancis belum banyak membahas tentang Olimpiade. Namun, He Lan-tian (何藍天) menuturkan, dirinya mengetahui jika Paris akan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun depan, karena beberapa toko yang awalnya kosong saat ini telah membuka toko-toko yang menjual merchandise Olimpiade seperti kaos, mug, hiasan, dll.