(Taiwan, ROC) – Jumlah turis yang masuk ke Taiwan meningkat setelah pembukaan perbatasan. Pusat Tanggap Darurat Demam Babi Afrika hari Kamis (18 Mei) menyampaikan, bahwa jumlah kasus penumpang yang membawa produk tanaman dan binatang bertambah. Jumlah pemberlakuan denda NT$ 200.000 karena membawa produk mengandung babi ke Taiwan bertambah dari bulan ke bulan sejak Januari hingga April tahun ini, dengan jumlah 32 kasus di bulan Januari hingga 74 kasus di bulan April, bertambah 2,3 kali lipat. Meskipun jumlah penumpang yang masuk ke Taiwan belum kembali pulih seperti sebelum masa pandemi COVID-19, tapi jumlah pelanggaran telah sama seperti tingkat pra-pandemi, dengan jumlah 74 kasus di bulan April 2019.
Badan Inspeksi Karantina Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (Baphiq) mengutarakan bahwa produk-produk mengandung daging, seperti sosis, ham, dan dendeng yang terus menerus dicegat di perbatasan telah terdeteksi positif mengandung asam nukleat virus demam babi Afrika, menunjukkan bahwa epidemi demam babi Afrika masih beresiko tinggi menginvasi dari produk-produk mengandung daging babi yang dibawa oleh para penumpang secara ilegal.
Baphiq mengimplementasikan zona jalur hijau di seluruh bandara internasional dan perbatasan lain di seluruh negeri, yang merupakan meja bea cukai bebas deklarasi, memperkuat penegakan hukum di area bea cukai bebas deklarasi yang dapat dipilih sendiri oleh para penumpang. Prioritas diberikan pada penerbangan dari negara-negara dan wilayah di mana kasus-kasus positif asam nukleat virus demam babi Afrika terdeteksi, seperti Daratan Tiongkok (termasuk Hong Kong dan Makau), Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Anjing karantina dan petugas juga bekerja sama dengan pihak kepabeanan melakukan pemeriksaan.
Sejak penegakan hukum jalur hijau telah diterapkan selama 1 bulan, 170 kasus penyitaan telah dilakukan karena membawa produk hewan dan tumbuhan secara ilegal. Beberapa penumpang yang didenda menyampaikan, bahwa mereka tidak ke luar negeri untuk waktu yang lama, sehingga lupa dengan regulasi terkait, atau kembali ke kampung halaman dan bertemu dengan kerabat, kemudian tidak memperhatikan bahwa keluarga dan teman-teman telah menaruh barang di dalam kopernya.
Pusat tanggap darurat menunjukkan bahwa situasi pandemi demam babi Afrika secara internasional masih berbahaya untuk tahun ini, kasus positif asam nukleat virus demam babi Afrika terdeteksi di produk-produk babi yang diimpor secara ilegal. Pusat tanggap darurat menekankan bahwa penumpang yang masuk dari negara-negara di mana demam babi Afrika merebak selama 3 tahun terakhir akan didenda NT$ 200.000 jika membawa produk-produk mengandung babi secara ilegal untuk pertama kalinya, kemudian denda NT$ 1 juta akan diberlakukan jika terjadi yang kedua kalinya, mengharapkan masyarakat agar tidak mencobanya.