(Taiwan, ROC) -- Mantan Perdana Menteri Inggris, Liz Truss akan melakukan perjalanan mengunjungi Taiwan selama lima hari. Liz Truss dijadwalkan akan tiba di Taiwan pada Selasa malam hari ini (16/5). Ini adalah perjalanan pertama kalinya, semenjak mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher berkunjung ke Taiwan pada tahun 1992 dan 1996. Selama berada di Taiwan, Liz Truss dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan Wakil Presiden William Lai (賴清德).
Pada tanggal 16 Mei 2023, Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan, Liz Truss adalah sahabat lama Taiwan. Bersama dengan timnya, Liz Truss senantiasa memberikan dukungan kepada Taiwan, serta menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Pemerintah Taiwan tentu sangat menghargai seluruh bentuk dukungan dan menyambut baik kedatangan Liz Truss.
Juru Bicara MOFA, Jeff Liu (劉永健) mengatakan, “Ini adalah pertama kalinya dalam 27 tahun belakangan ada seorang mantan perdana menteri Inggris datang ke Taiwan. Kami akan mengatur seluruh jadwal kunjungan dan perjalanan seluruh anggota delegasi.”
MOFA sekali lagi menekankan, Liz Truss adalah sahabat lama Taiwan. Selama menjabat posisi Perdana Menteri, Liz Truss diketahui telah beberapa kali menyampaikan pernyataan yang menyerukan akan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam beberapa pertemuan penting, KTT G7 misalnya. Dalam pertemuan G7, pihak Inggris pernah menyampaikan bahwa menjamin perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan telah selaras dengan manfaat dan kepentingan Negeri Britania Raya.
Saat menyampaikan kebijakan luar negeri Inggris pada tahun 2022, Liz Truss menyebutkan, sistem pemerintahan Taiwan yang demokratis sudah selayaknya dilengkapi dengan mekanisme kemampuan pertahanan diri yang andal. Pada perhelatan KTT NATO bulan Juni lalu, Liz Truss juga menyampaikan, keamanan Taiwan tidak hanya terkait dengan sektor pertahanan militer, melainkan juga memiliki korelasi langsung dengan manfaat ekonomi.