(Taiwan, ROC) – Presiden Indonesia, Joko Widodo meminta negara-negara Asia Tenggara untuk “bersatu”, dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Labuan Bajo, Indonesia pada tanggal 10 Mei lalu. Jokowi yakin ASEAN mampu menjadi pemain sentral untuk membawa pertumbuhan dan perdamaian dunia. Negara-negara Asia Tenggara berada di bawah tekanan yang terus meningkat untuk menyelesaikan kekerasan yang telah menghancurkan Myanmar. Kegagalan untuk melakukannya beresiko pada ketidakpedulian.
Kerusuhan di Myanmar mendominasi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Indonesia. ASEAN dikritik karena lambat beraksi. ASEAN telah memimpin upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis, tapi upaya-upaya tersebut sejauh ini gagal untuk menghentikan pertumpahan darah setelah kudeta militer pada tahun 2021.
Dalam pidato di hadapan para pemimpin negara-negara ASEAN, Presiden Jokowi menyampaikan, jika para anggota bersatu, ia percaya bahwa kelompok yang terdiri dari 10 negara anggota ini akan dapat menjawab tantangan global yang terus berkembang. Jokowi mengatakan, melalui persatuan, ASEAN dapat memainkan peran sentral untuk membawa pertumbuhan dan perdamaian dunia.
Dalam pertemuan para menteri luar negeri dan pemimpin ASEAN di Flores, Indonesia, berusaha untuk memulai 5 poin rencana perdamaian dengan militer Myanmar sejak 2 tahun lalu. Saat ini Myanmar masih menjadi anggota ASEAN, tapi telah dilarang untuk menghadiri konferensi karena kegagalan junta dalam mengimplementasikan rencana perdamaian.