(Taiwan, ROC) -- Pakar Kesehatan Masyarakat Umum Universitas Nasional Taiwan (NTU) Chen Hsiu-Hsi. Menyampaikan, tingkat vaksinasi booster global mencapai sekitar 35%, menambah kekuatan perlindungan terhadap virus tersembunyi, kekebalan tubuh sekitar 50%; Tingkat vaksinasi dosis pertama atau vaksinasi dasar adalah paling tinggi, diperkirakan kekebalan terhadap virus COVID-19 mencapai 60%.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa pandemi COVID-19 tidak lagi disebut dengan “Darurat Kesehatan Global” pada tanggal 5 Mei 2023. Pakar Kesehatan Masyarakat Umum NTU Chen, Hsiu-Hsi dalam forum ilmu pencegahan pandemi COVID-19 yang berlangsung hari ini (10/5) secara Online mengungkit bukti ilmu terkait dan memperkirakan kekuatan kekebalan tubuh.
Chen Hsiu-hsi mengemukakan, dua bukti ilmiah membuktikan krisis kesehatan masyarakat telah berakhir, termasuk rawat inap, ICU (ruang perawatan intensif) dan tingkat kematian yang turun drastis serta telah terbentuknya tembok kekebalan dari infeksi alami dan vaksinasi; selama 28 hari terakhir penambahan kasus baru COVID-19 global yang rawat inap rumah sakit menurun menjadi 23%, ICU turun menjadi 11%, tembok kekebalan masyarakat terhadap pandemi memiliki peran penting.
Dilihat dari penyuntikan vaksin, Chen Hsiu-hsi mengemukakan, tingkat vaksinasi booster global mencapai 35%, mereka yang vaksinasi kebanyakan adalah kelompok yang berisiko tinggi, rentan dan manula, sedangkan sistem pelaporan global sudah berubah dan fungsi dari vaksin menurun, kekebalan alami dari tubuh melawan pandemi hanya kurang dari 10% jadi vaksinasi masih tetap diperlukan untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh, untuk itu diperkirakan kekebalan tubuh masyarakat global mencapai sekitar 50%.
Chen Hsiu-hsi mengungkapkan, tingkat vaksinasi masyarakat Taiwan sekitar 80%, sekitar 70% darinya telah vaksinasi booster, mereka yang melakukan vaksinasi booster kedua kebanyakan adalah kelompok rentan, dengan demikian secara keseluruhan daya kekebalan tubuh masyarakat Taiwan mencapai 60%. Bagaimana agar bisa mendapatkan kemampuan medis untuk mengurangi kasus parah dan kasus kematian, nantinya ini yang akan dijadikan sebagai pertimbangan penyuntikan vaksin.