History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri MOTC: 22 Kabupaten dan Kota di Taiwan akan Mempromosikan Lampu Lalin Khusus Pejalan Kaki

  • 10 May, 2023
  • 尤繼富
Menteri MOTC: 22 Kabupaten dan Kota di Taiwan akan Mempromosikan Lampu Lalin Khusus Pejalan Kaki
Menteri MOTC: 22 Kabupaten dan Kota di Taiwan akan Mempromosikan Lampu Lalin Khusus Pejalan Kaki

(Taiwan, ROC) --- Pemberitaan perihal seorang anak berusia 3 tahun tewas tertabrak saat menyeberang jalan, telah membangkitkan kemarahan publik. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai (王國材) saat ditemui hari ini (10/5) menyampaikan rasa penyesalan dan permintaan maafnya.

Ia menekankan, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada 22 otoritas kabupaten atau kota di Taiwan. Dalam surat tersebut, Wang Kwo-tsai meminta kepada pihak di daerah untuk segera memperbaiki lingkungan keselamatan pejalan kaki di masing-masing daerah. Jika dalam waktu dekat tidak terlaksana, maka Kementerian Perhubungan akan memberlakukan aturan komprehensif baru, yakni memberikan waktu khusus pejalan kaki untuk menyeberang jalan, tanpa ada kendaraan yang melintas.

Aturan baru di atas diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih aman bagi pedestrian untuk menyeberang jalan, tanpa perlu takut ditabrak dari kendaraan yang hendak belok ke kiri atau kanan.

Seorang balita perempuan berusia 3 tahun tewas tertabrak saat hendak menyeberang jalan bersama dengan ibunya. Sang penabrak yang adalah seorang wanita hamil mengaku kalau jarak pandangnya di kala tersebut tertutupi oleh bagian kerangka dalam mobil.

Keluhan pejalan kaki di Taiwan yang sering kali mendapat perlakuan buruk saat menyeberang jalan, sebenarnya sudah sering kali terjadi.

Salah seorang selebgram asal Korea Selatan yang saat ini tengah keliling pulau Taiwan pernah menyampaikan bahwa dirinya bahkan harus menunggu 10 unit mobil yang lewat, baru ia bisa menyeberang jalan. Ironinya, di kala tersebut lampu penyeberang jalan tengah menyala.

Atas kejadian tersebut, Menteri Perhubungan, Wang Kwo-tsai, saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (10/5) menyampaikan penyesalannya, karena negara tidak mampu melindungi hak pejalan kaki saat menyeberang jalan.

Pada tanggal 10 April, Menteri Perhubungan telah merilis surat kepada 22 otoritas kabupaten dan kota di Taiwan. Dalam surat tersebut diusulkan sebuah standar baru atau mekanisme jangka pendek, guna meningkatkan keamanan para pejalan kaki.

Semenjak bulan Mei ini, pengawasan terhadap keselamatan para pejalan kaki telah dilakukan di banyak kawasan di Taiwan, termasuk Taoyuan dan Tainan.

Wang Kwo-tsai mengaku, bahwa selama proses pengawasan dan bimbingan berlangsung, ia mendapat beberapa fakta yang tidak bisa dituntaskan dalam waktu singkat.

Wang Kwo-tsai mengatakan, “Kemarin, melalui sebuah laporan perihal instruksi kepada 22 otoritas kabupaten dan kota, saya diberitahu bahwa akan diterapkan waktu khusus bagi pejalan kaki atau setidaknya mempersilakan pejalan kaki untuk menyeberang terlebih dahulu. Dengan kata lain, kami akan mengubah lampu lalin yang ada. Sehingga saat lampu penyeberang jalan menyala, maka lampu lalin untuk kendaraan akan berwarna merah dan dilarang melintas. Dengan demikian, para pedestrian dapat menyeberang jalan dengan lebih aman, tidak perlu takut ditabrak oleh kendaraan yang akan melintas dari kiri atau kanan.”

Wang Kwo-tsai sekali lagi menyampaikan rasa penyesalannya terhadap insiden yang menimpa balita 3 tahun di Tainan. Dirinya berjanji bahwa pemerintah pusat dan daerah akan melakukan yang terbaik untuk terus meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi para pejalan kaki.

Komentar

Terbarumore