(Taiwan, ROC) – Bulan Mei adalah Bulan Konservasi Tanah dan Air yang ditetapkan oleh Biro Konservasi Tanah dan Air, Dewan Pertanian. Bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada Mei minggu kedua, mereka berharap dapat menyadarkan masyarakat bahwa bumi yang memelihara segalanya bagaikan ibu kita, sehingga kita harus merawatnya sebaik mungkin. Bulan Konservasi Tanah dan Air tahun ini menyusun lebih dari 30 kegiatan berskala besar yang akan diadakan di seluruh Taiwan. Melalui perjalanan keluarga selama liburan, masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan konsep konservasi air dan tanah.
Biro Konservasi Tanah dan Air bekerja sama dengan sekolah, komunitas masyarakat, dan tempat umum melalui kegiatan promosi pendidikan yang menarik dan menyenangkan setiap tahun. Mereka telah mengadakan lebih dari 300 kegiatan dan menyediakan pengetahuan terkait konservasi air dan tanah kepada para guru, siswa, dan masyarakat di seluruh Taiwan dengan cara yang mudah dipahami.
Lee Chen-Yang (李鎮洋) selaku direktur Biro Konservasi Tanah dan Air Dewan Pertanian mengatakan, setelah banjir pada 7 Agustus 1959, Dewan Pertanian membentuk Biro Konservasi Tanah dan Air. Alasan utamanya adalah karena bencana di Taiwan menjadi semakin serius seiring dengan perkembangan ekonomi setelah “Gempa Bumi 921” tahun 1999. Selama lebih dari 20 tahun, Biro Konservasi Tanah dan Air juga telah memperkenalkan konsep konservasi tanah dan air serta konsep pencegahan bencana lereng yang sistematis kepada masyarakat Taiwan.
Pemerintah kabupaten dan kota serta Dewan Pertanian melakukan kerja sama perbaikan pertanian dengan bersama-sama mengadakan sekitar 300 kegiatan dalam setahun. Selain itu, mereka juga menghelat sekitar 30 kegiatan besar dalam rangkaian kegiatan Bulan Konservasi Air dan Tanah pada Mei ini untuk menanamkan pemahaman tentang konservasi air dan tanah kepada masyarakat.
Lee Chen-Yang menyampaikan, di masa lalu, banyak orang yang menolak mengungsi saat terdapat peringatan bencana karena mereka merasa tidak pernah ada bencana selama bertahun-tahun tinggal di sana. Sedangkan sekarang, masyarakat akan segera mengungsi begitu ada peringatan evakuasi. Lee merasakan bahwa promosi konsep konservasi dalam beberapa dekade terakhir telah membuahkan hasil.
Lee Chen-Yang mengatakan, “Karena perubahan lingkungan alam, kita semua makin jelas betapa pentingnya pelestarian air dan tanah. Taiwan juga telah mengalami beberapa bencana besar, termasuk “Banjir 7 Agustus” pada 1959 yang baru saja kami sebutkan, “Gempa Bumi 21 September” sekitar 20 tahun yang lalu, termasuk “Banjir 8 Agustus” sekitar tahun 2000. Bencana-bencana dahsyat ini sebenarnya sangat memengaruhi konservasi air dan tanah di Taiwan. Banyak sekali warga Taiwan yang merasakan perubahan iklim dan lingkungan serta menderita kerugian yang sangat besar akibat bencana tersebut.”
Bulan Konservasi Tanah dan Air tahun ini memiliki banyak rangkaian kegiatan yang cocok untuk perjalanan liburan keluarga, misalnya "Rumah Dongeng Buku Bergambar Konservasi Air" yang diadakan di Area Pemandangan Wu Lao Keng di Suao, Yilan, Taiwan utara, lalu ada "Pameran Interaktif Sekolah Konservasi Air Cerdas" yang diadakan di Museum Gempa Bumi 921 di Wufeng, Taichung, Taiwan tengah. Ada pula "Konservasi Tanah dan Air Sangat Menyenangkan! Janjiku dengan Bumi!" yang diadakan di Alun-alun T.S. Mall Tainan, Taiwan selatan, dan "Karnaval Musim Panas Konservasi Tanah dan Air 2023 - Cintai Alam dan Jadilah Sehat" yang diselenggarakan di Kelas Luar Ruangan Konservasi Tanah dan Air, Jhihben, Taitung, Taiwan timur. Masyarakat juga dapat bertanya tentang kegiatan lainnya melalui fanpage Konservasi Tanah dan Air (SWCBGOV) (https://www.facebook.com/SWCBGOV/).