(Taiwan, ROC) – Setelah melakukan pertemuan di Washington DC, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Filipina Ferdinan R. Marcos Jr. bersama-sama mengeluarkan pernyataan yang menegaskan jika mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah elemen yang tidak dapat diabaikan bagi keamanan dan kesejahteraan global. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (2/5) menyambut baik dan mengakui pernyataan tersebut.
MOFA menunjukkan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) telah secara tidak beralasan meningkatkan ancaman dan intimidasi militer terhadap Taiwan sejak tahun lalu, merupakan tantangan serius bagi stabilitas keamanan regional dan memicu kekhawatiran internasional yang tinggi. Pernyataan bersama Presiden AS dan Presiden Filipina kali ini menggarisbawahi kembali jika perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan sangatlah penting bagi kepentingan global, setelah dialog tingkat menteri luar negeri dan pertahanan 2+2 antara kedua negara yang digelar pada 11 April lalu. Hal ini menunjukkan konsensus yang tinggi dari negara-negara di wilayah tersebut dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
MOFA menyampaikan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan AS dan mitra-mitra yang memiliki pemikiran serupa, mempertahankan nilai-nilai demokrasi, guna menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan regional.