(Taiwan, ROC) - Wisatawan mancanegara independen yang dijadwalkan tiba di Taiwan pada siang hari tanggal 1 Mei dan setelahnya dapat mendaftar untuk mengikuti undian berhadiah NT$5.000 (US$163) yang dapat dipakai untuk menutupi sebagian pengeluaran mereka selama di Taiwan.
Kampanye yang disebut sebagai "Taiwan the Lucky Land" itu secara resmi akan dimulai pada siang hari tanggal 1 Mei untuk wisman independen yang memasuki Taiwan dengan paspor yang dikeluarkan oleh negara selain Republik Tiongkok (Taiwan), demikian diumumkan Menteri Transportasi dan Komunikasi Wang Kwo-tsai (王國材) pada acara pers di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan pada akhir pekan.
Menurut Wang, sebanyak 500.000 hadiah akan ditawarkan selama periode kampanye yang akan berakhir pada 30 Juni 2025, dan andaikata insentif terbukti efektif, periode promosi akan diperpanjang.
Berdasarkan informasi dari Biro Pariwisata di bawah Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC), turis asing yang penerbangannya tiba di Taiwan pada siang hari pada 1 Mei atau sesudahnya, berhak mendaftar dan mengikuti undian, jika mereka tinggal di Taiwan selama tiga hingga 90 hari; tapi wisman yang berkunjung dalam grup tur atau yang perjalanannya telah disubsidi oleh insentif terkait grup tur sebesar NT$5.000-NT$50.000 tidak akan memenuhi syarat untuk ikut serta dalam undian.
Untuk mendemonstrasikan cara kerja undian berhadiah, beberapa turis asing yang tiba di Terminal 2 Bandara Taoyuan pada hari Sabtu diundang untuk mencoba keberuntungan, dan beberapa pelaku perjalanan dari Prancis, Kanada, Korea Selatan, dan Hong Kong memenangkan beberapa hadiah NT$5.000, kata Biro Pariwisata.
Selama acara pers, pejabat juga menjelaskan cara menggunakan situs web resmi yang mulai menerima pendaftaran pada hari Jumat, mengingatkan pengunjung yang memenuhi syarat untuk mendaftar dalam jangka waktu satu hingga tujuh hari sebelum tanggal kedatangan yang dijadwalkan di Taiwan.
Kampanye undian berhadiah NT$5.000 adalah bagian dari rencana Taiwan untuk menarik 6 juta wisman sebelum akhir tahun, dan 12 juta pada tahun 2024, yang merupakan target awal yang ditetapkan untuk tahun 2019.