(Taiwan, ROC) --- Munculnya inovasi ChatGPT ke tengah masyarakat telah menimbulkan banyak pro dan kontra. National Security Bureau (NSB) juga memperhatikan efek penerapan inovasi teknologi baru yang tengah dikembangkan oleh pihak Tiongkok, dengan tujuan untuk melancarkan perang kognitif.
Pada tanggal 26 April 2023, Komite Urusan Luar Negeri Yuan Legislatif mengundang NSB dan Komite Tionghoa Perantauan (OCAC) untuk memberikan laporan mereka terkait “Dampak Ancaman Partai Komunis Tiongkok terhadap Keamanan Nasional ROC”.
Selaku Kepala NSB, Tsai Ming-yen (蔡明彥) mengatakan, “Mengingat kematangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) saat ini, misal Deepfake, ChatGPT dan sejenisnya, ditambah lagi dengan diversifikasi platform media sosial yang ada, maka Partai Komunis Tiongkok dapat memanfaatkan keunggulan yang ada untuk melancarkan perang kognitif. Di samping itu, Partai Komunis Tiongkok sedari dulu sudah menggunakan langkah-langkah intrusi tersembunyi, untuk meretas jaringan internet Taiwan atau mencuri data-data yang ada. Baru-baru ini, mereka melakukannya dengan menggunakan cara lain, yang bisa menguras sumber daya pemerintah Taiwan saat harus menangani persoalan yang ditimbulkan oleh mereka.”
Saat ditemui hari ini, Tsai Ming-yen menuturkan, NSB akan senantiasa mengevaluasi secara cermat perihal langkah Tiongkok dalam mengembangkan perangkat lunaknya tersendiri, untuk menciptakan inovasi seperti ChatGPT. NSB juga akan mengamati apakah Tiongkok nantinya akan menggunakan teknologi tersebut untuk melancarkan operasi kognitif terhadap Taiwan.
Tsai Ming-yen mengatakan, “Sekarang mereka menggunakan inovasi baru untuk melancarkan operasi perang kognitif terhadap Taiwan, misal mengembangkan perangkat lunak terbaru. Kami tentunya akan terus mengamati, apakah Tiongkok akan memanfaatkan perangkat lunak bersangkutan untuk melancarkan perang kognitif terhadap Taiwan pada masa mendatang?”
Ketika ditanya oleh media terkait tentang apakah Tiongkok akan mengintervensi pemilu Taiwan? Tsai Ming-yen menjawab, NSB akan terus memperhatikan metode-metode yang akan digunakan Tiongkok, terutama di saat tahun pemilu mendatang.
Di samping itu, NSB juga akan memberikan perhatian khususnya terhadap kemungkinan ancaman ekonomi atau militer, yang mana bisa mendatangkan tantangan eksternal kepada Taiwan. Belum lagi dengan metode penyebaran informasi palsu, yang bisa memanipulasi dan mempengaruhi pemberian suara di masyarakat Taiwan, atau bahkan bisa mengganggu hasil pemilu.
Selain itu, NSB juga akan mengamati seluruh transaksi yang dilakukan di bawah tangan, termasuk pertukaran mata uang virtual.
Tsai Ming-yen melanjutkan, prioritas tertinggi diletakkan pada pencegahan terjadinya krisis atau perang di Selat Taiwan. Secara cermat NSB akan memperhatikan berbagai kemungkinan dan mempelajari penilaian yang terjadi di medan perang. Tim NSB juga akan menggelar simulasi perang yang disesuaikan dengan ragam skenario yang ada.
Untuk saat ini, NSB belum bisa mengumumkan perihal detailnya ke hadapan publik, karena mempertimbangkan kerahasiaan yang ada.