(Taiwan, ROC) - Pandemi COVID-19 mulai menggerogoti dunia sejak akhir 2019, dan semakin parah di tahun-tahun selanjutnya. Hal ini tentu berimbas langsung terhadap kegiatan sehari-hari warga masyarakat di setiap negara yang ada. Demikian halnya dengan Taiwan, yang menghentikan semua kegiatan publik sejak awal 2020.
Merujuk kepada data dari WHO, jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia hingga 22 April 2023, tercatat sebanyak 763.740.140 orang. Taiwan sendiri mencatat angka sebesar 10.239.998 orang.
Jika melihat jumlah warga Indonesia, khususnya pekerja migran asal Indonesia dengan merujuk kepada data statistik yang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan (MOL), hingga akhir Maret 2023, ada sebanyak 255.929 orang, atau 34,94% dari jumlah total pekerja migran asing yakni 732.540 orang.
Seiring dengan meredanya kondisi pandemi di Taiwan, maka berbagai pelonggaran juga diberlakukan, termasuk kegiatan publik skala besar dan beribadah. Untuk menyambut hari istimewa yang telah dinantikan sejak 2020, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan (PCINU Taiwan) bersama dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) dan National Taiwan Museum pada hari Sabtu tanggal 22 April 2023, menggelar 5 kloter sholat di depan Halaman National Taiwan Museum.
Kegiatan Sholat Ied juga diikuti lebih dari 5.000 orang, dimana banyak masyarakat Indonesia yang telah lama menantikannya. Tidak hanya demikian, guna melepas rindu antar sesama warga Indonesia, PCINU Taiwan juga dirangkul oleh Radio Taiwan International (RTI) untuk menggelar acara Temu Kangen pada hari Minggu 23 April 2023, di tempat yang selalu padat oleh warga Indonesia yakni aula Taipei Main Station.
Kepala KDEI Taipei, Iqbal S. Showan, dimana instansi yang kini dipimpinnya juga akan turut serta berkolaborasi dalam kegiatan Temu Kangen RTI, saat diwawancara mengatakan, “Khusus untuk para warga negara Indonesia yang ada di Taiwan, mari kita saling menjaga kerukunan antar kita, sebagai warga Indonesia yang ada di Taiwan, harus memberikan contoh yang terbaik di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung”.
Kegiatan bertema “Temu Kangen, RTI dan Kartini berlebaran di Taiwan”, sesuai dengan judulnya, selain akan diikuti oleh 40 model yang memperagakan busana tradisional Indonesia yang identik dengan Ibu Kartini, juga akan diramaikan dengan hiburan Hadroh dari PCINU Taiwan dan Tari Saman dari Uters Dance yang terdiri dari para pekerja migran Indonesia. Adapun berbagai kegiatan terkait Idul Fitri di tahun ini, diharapkan mampu menjadi pembuka tahun yang sehat aman dan sentosa di kedepannya.