(Taiwan, ROC) – Federasi Asosiasi Taiwan Sedunia (WFTA) dan organisasi lainnya baru-baru ini mengeluarkan surat terbuka, mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait dengan Taiwan, menyampaikan bahwa Macron telah mengabaikan keinginan rakyat Taiwan untuk mendapatkan hak kedaulatan dan kemerdekaan. Artikel tersebut membandingkan niat agresif Daratan Tiongkok dengan Hitler, pemimpin Nazi Jerman.
Ketua WFTA Fuh Pey-fen (傅佩芬), Ketua Federasi Asosiasi Warga Taiwan di Eropa Huang Ai-hua (黃愛華), dan Kepala Asosiasi Taiwan di Prancis Sandy Hsueh (薛雅俶) mempublikasikan artikel [Surat Terbuka untuk Presiden Macron: Tidak ada krisis merupakan “Urusan Orang Lain”] pada 16 April 2023, mengkritik Emmanuel Macron atas pernyataanya terkait tentang Taiwan.
Presiden Macron berkunjung ke RRT pada awal April dan dalam perjalanan pulangnya ke Prancis, menerima wawancara media berita politik Politico, Le Monde, dan Les Echos.
Dalam wawancara yang dipublikasikan 9 April lalu, Macron menyampaikan bahwa Eropa seharusnya menghindari keterlibatan dalam konflik hubungan AS-Tiongkok terkait dengan isu Taiwan dan menghindar untuk jatuh ke dalam “krisis yang bukan milik Eropa.”
Surat terbuka ini menekankan bahwa Taiwan setuju dengan nilai-nilai umum kedaulatan, otonomi, dan kemerdekaan yang disebutkan oleh Presiden Macron, sebab “Taiwan telah berjuang selama lebih dari satu abad”. Namun, demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan penting. Jika tidak ada konotasi tersebut, “kedaulatan, otonomi, dan kemerdekaan menjadi hal kosong dan tidak berarti.”
Surat terbuka itu menyampaikan, bahwa Presiden Macron menyebutkan unifikasi Eropa dalam wawancaranya, di saat yang sama juga menyebutkan “memahami intensi Tiongkok untuk menyatukan Taiwan adalah penting adanya.” Surat terbuka itu menunjukkan, “di bawah rangka Uni Eropa, persatuan Eropa berdasarkan kesetaraan, saling menghormati, supremasi hukum, dan hak asasi manusia. Sulit untuk membayangkan bagi kami, jika Eropa saat itu dipaksa untuk bersatu di bawah kekuatan militer Hitler, bagaimana Eropa di hari ini.”