History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Beli 400 Rudal Harpoon, Kemhan : Sudah Memasuki Prosedur

  • 22 April, 2023
  • 尤繼富
Taiwan Beli 400 Rudal Harpoon, Kemhan : Sudah Memasuki Prosedur
Kementerian Luar Negeri

(Taiwan, ROC) -- Media membeberkan, Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) mengirimkan lebih dari 200 instruktur pelatihan ke Taiwan untuk membantu pelatihan pasukan. Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan menyampaikan pada 18 April, mereka optimis dengan keberhasilan negara-negara sekutu dalam meningkatkan kekuatan tempur melalui pelatihan militer dan akan bekerja sama melaksanakannya. Selain itu, AS menjual 400 rudal harpoon anti-kapal tipe pantai ke Taiwan. Kemhan juga mengungkapkan, mereka telah menempuh prosedur terkait dan akan menyelesaikan penjualan senjata sesuai dengan jadwal dan node kontrol.

AS dan Taiwan memiliki hubungan pertukaran militer yang erat. Baru-baru ini, media mengungkapkan bahwa AS telah mengirim lebih dari 200 instruktur ke Taiwan untuk membantu pelatihan dan memberikan saran perbaikan. Dalam konferensi pers reguler pada 18 April, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Sun Li-fang (孫立方) mengungkapkan, Menteri Chiu Kuo-cheng (邱國正) pernah mengatakan, kerja sama pelatihan militer antara Taiwan dan AS akan diperdalam dan diperluas. Tingkat pelatihan yang berbeda juga memiliki manfaat yang berbeda untuk peningkatan daya tempur, tetapi rinciannya tergantung pada konsensus kedua belah pihak dan tidak akan dijelaskan secara rinci.

Mengenai pembelian 400 rudal harpoon anti-kapal tipe pantai oleh Taiwan dari AS, Sun Li-fang mengatakan, penjualan senjata telah memasuki prosedur terkait dan akan diselesaikan melalui tiga sistem, yaitu sistem keamanan nasional, sistem pertahanan nasional, dan sistem diplomatik menurut jadwal dan node kontrol. Sedangkan untuk perekrutan tentara wajib militer untuk masa bakti satu tahun mulai tahun depan, Kemhan menyampaikan, masa latihan kemiliteran akan disesuaikan menjadi 8 minggu, sama seperti tentara relawan. Setelah tentara wajib militer menyelesaikan pelatihan, mereka akan ditempatkan di garnisun terlebih dahulu, disusul oleh pasukan aktif.

Komentar

Terbarumore