History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lansia Berjalan Tertatih Kemungkinan Akibat Stenosis Spinal

  • 22 April, 2023
  • 尤繼富
Lansia Berjalan Tertatih Kemungkinan Akibat Stenosis Spinal
Lansia Berjalan Tertatih Kemungkinan Akibat Stenosis Spinal

(Taiwan, ROC) – Seiring bertambahnya usia, Anda akan sering mengalami gejala mati rasa pada kaki, sakit tulang punggung, bahkan ketimpangan. Berhati-hatilah, Anda mungkin mengalami stenosis spinal (penyempitan ruang kanal tulang belakang yang berisi saraf). Tony Liu (劉哲瑋), dokter ortopedi di RS Cathay, menyampaikan bahwa stenosis spinal adalah penyakit kronis degeneratif yang sering terjadi pada orang kelompok usia di atas 60 atau 70 tahun. Saat penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan, ketidaknyamanan hanya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat-obatan, menggunakan alat bantu, dan latihan otot. Dalam kasus yang parah, perawatan dengan operasi dibutuhkan.

Tony Liu (劉哲瑋), dokter ortopedi di RS Cathay, menyampaikan bahwa stenosis spinal adalah penyakit kronis degeneratif. Kondisi yang paling umum adalah degenerasi diskus, ketinggian berkurang, sehingga ruang aktivitas saraf tulang belakang menyempit. Secara umum, perubahan lain seperti penebalan ligamen atau osteofit (taji tulang) juga terjadi. Hal ini sering terjadi pada kelompok usia lanjut berusia di atas 60 atau 70 tahun.

Dokter Tony Liu menyampaikan, gejala umum dari stenosis spinal antara lain adalah sakit punggung, nyeri punggung bawah, dan mati rasa pada kaki. Dalam kasus yang parah, dapat terjadi klaudikasio neurogenik. Setelah berjalan 10 atau 20 meter, maka orang tersebut perlu membungkuk dan duduk untuk beristirahat. Ia menyatakan bahwa stenosis spinal itu seperti uban pada rambut. Penyakit ini bukanlah penyakit serius, tapi tekanan dan gejala yang parah dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Metode pengobatan dimulai dengan perawatan konservatif, termasuk pemberian obat-obatan, menggunakan alat bantu, dan pelatihan otot. Jika masih tidak bekerja, operasi perlu dipertimbangkan. Ia berkata, “pengobatan konservatif pertama-tama perlu dilakukan, seperti memionum obat, menggunakan obat antiinflamasi untuk mengurangi pembengkakan pada saraf, atau melakukan beberapa latihan rehabilitasi dan pelatihan otot inti. Hal-hal tersebut dapat dicoba, tapi sulit bagi kita untuk menggunakan metode konservatif ini ketika melakukan peregangan pada saraf. Jadi, pada saat perawatan konservatif tidak dapat membantu, kita harus menggunakan cara operasi untuk mengurangi tekanan pada saraf dan memberikan efek relaksasi.”

Dokter Tony Liu menyampaikan, bahwa di masa lalu, operasi terbuka sering digunakan dalam pengobatan stenosis spinal, di mana luka besar dan pendarahan hebat dapat terjadi, sehingga memberikan tekanan psikologis yang cukup besar bagi para pasien. Beberapa tahun belakangan ini, operasi endoskopik dapat digunakan, sehingga lukanya berupa luka kecil, pemulihan cepat, dan rasa sakit setelah operasi juga lebih kecil.

Komentar

Terbarumore