History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kontroversi “Kentang” dalam Teks Buku Pelajaran, Menteri Pendidikan Taiwan: Versi Kamus Akademi Tidak Sesuai

  • 19 April, 2023
  • 曾秀情
Kontroversi “Kentang” dalam Teks Buku Pelajaran, Menteri Pendidikan Taiwan: Versi Kamus Akademi Tidak Sesuai
Menteri Pendidikan Pan Wen-chung (潘文忠)

(Taiwan, ROC) – Penggunaan nama “biji tanah” (土豆) untuk kentang dalam buku pelajaran biologi sekolah dasar kelas versi penerbit Kang Hsuan telah menyebabkan kegemparan. Setelahnya, beberapa warganet mengecek kata “biji tanah” dalam “Kamus Bahasa Mandarin Reorganisasi edisi Revisi” dari Kementerian Pendidikan Taiwan. Tak disangka, ada 3 definisi terkait, yang kedua secara jelas menyebutkan bahwa biji tanah merupakan nama lain dari keluarga Solanaceae “kentang – mǎlíngshǔ”(馬鈴薯) dan “umbi kentang - yángyù” (洋芋), membuat diskusi kembali menghangat.

Dalam sebuah wawancara sebelum pertemuan Komite Pendidikan dan Kebudayaan Yuan Legislatif Yuan hari ini (18 April), Menteri Pan Wen-chung (潘文忠) menyampaikan, bahwa Kementerian Pendidikan memiliki 5 kamus Bahasa Mandarin online, antara lain “Kamus Bahasa Mandarin Reorganisasi edisi Revisi”, “Kamus Mandarin Ringkas”, “Kamus Mandarin Kecil”, “Kamus Idiom”, dan “Kamus dengan Ragam Karakter”. Setiap kamus berlaku untuk penggunaan yang berbeda.

Menteri Peng Wen-chung mengatakan, “pihak penerbit mengutip dan membandingkan dengan versi yang berorientasi pada penelitian yaitu “Kamus Bahasa Mandarin Reorganisasi edisi Revisi”. Oleh karena itu, dalam segi penerapannya, maka hal tersebut kemungkinan kurang tepat untu digunakan dalam penggunaan buku teks pelajaran bagi para murid serta guru dalam kegiatan belajar mengajar. Bagian ini relatif kurang tepat, sehingga dalam hal pengutipan, para penerbit tentu perlu mempertimbangkannya. Saya pikir, pihak penerbit dapat mengkaji ulang, (setelah) memahaminya dapat menerbitkan kembali (versi) yang telah direvisi.”

Menteri Pan mengklarifikasi “Kamus Bahasa Mandarin Reorganisasi edisi Revisi” yang menyebabkan kontroversi, termasuk penggunaannya dari zaman dahulu hingga saat ini. Kamus ini digunakan untuk keperluan penelitian akademis dan tidak cocok digunakan sebagai referensi buku teks. Setelah Kang Hsuan merevisinya dengan versi terbaru dan mengirimkannya untuk ditinjau kembali, Akademi Nasional untuk Penelitian Pendidikan (NAER) akan melakukan peninjauan buku teks tersebut sesuai dengan prinsip persetujuan buku teks. Jika ada situasi serupa, maka hal itu akan ditangani sesuai ketentuan.

Komentar

Terbarumore