(Taiwan, ROC) -- Krisis tenaga kerja pertanian di Taiwan cukup serius. Anggota Legislator partai berkuasa Partai Progresif Demokratik (DPP) Frida Tsai (蔡培慧) baru-baru ini mengumumkan pembukaan program “Bekerja dan Berlibur” bagi penduduk imigran baru/ pekerja migran, termasuk orang tua, saudara kandung penduduk imigran baru, dan lainnya, supaya mereka dapat bekerja di Taiwan dan mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian. Dalam sebuah wawancara sebelum rapat dengan Komite Kesejahteraan Sosial dan Kebersihan Lingkungan Yuan Legislatif, Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-chun (許銘春) menyampaikan, “Visa Berlibur Sambil Bekerja” adalah cara untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja bidang pertanian. Komite Pertanian selaku otoritas yang berwenang melakukan pendekatan cepat, yaitu dengan merencanakan skema sejenis bekerja dan berlibur lalu menandatangani perjanjian uji coba dengan negara-negara asing.
Selain itu, Hsu Ming-chun juga mengatakan, dalam rapat Kelompok Kebijakan Tenaga Kerja Lintas Negara pada Maret lalu, perwakilan tenaga kerja dan politik telah berdiskusi dan setuju untuk meningkatkan kuota perekrutan pekerja migran di sektor pertanian dari 6.000 orang saat ini menjadi 12.000 orang.
Mengenai kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor, apakah lowongan dibuka bagi pekerja migran? Hsu Ming-chun menegaskan, perekrutan pekerja migran perlu dievaluasi dan didiskusikan. Untuk industri pariwisata, akomodasi, dan konstruksi, Kementerian Tenaga Kerja telah bekerja sama dengan Biro Pariwisata Kementerian Transportasi serta Badan Konstruksi dan Perencanaan Kementerian Dalam Negeri untuk menggalakkan program bantuan pencocokan tenaga kerja khusus yang kini memberikan insentif dan subsidi bagi tenaga kerja rentan, seperti tenaga kerja domestik berusia lanjut, perempuan yang kembali bekerja setelah vakum dari karirnya, pengangguran, tenaga kerja dari golongan rentan, dll. Pemilik usaha diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam negeri dan berusaha memberikan kesempatan kerja untuk masyarakat Taiwan.