(Taiwan, ROC) -- Tidak sedikit anak-anak keturunan Imigran Baru yang tidak hanya menghadapi kebingungan identitas nasional, tapi juga menderita karena diskriminasi atau kesalahpahaman terkait dengan identitas di masa pertumbuhan mereka. Chen Yu-rong (陳芋茸), anak keturunan Imigran Baru Daratan Tiongkok berusia 27 menyadari, ada banyak anak-anak Imigran Baru yang menyembunyikan identitas diri mereka, mengubur pengalaman traumatis di dalam hati mereka. Oleh karena itu, dengan subsidi yang disediakan Kementerian Kebudayaan Taiwan, Chen Yu-rong mulai mempromosikan “Program Seni Suara Anak-anak Penduduk Imigran Baru”, berharap menemani kelompok ini menyortir pengalaman pribadi dan mendorong mereka untuk menyuarakan suara hati.
Dalam rangka mendukung perkembangan seni generasi muda dan mengimplementasikan kesetaraan hak budaya generasi muda, Kementerian Kebudayaan Taiwan sejak 2018 telah mempromosikan “Program Subsidi Dukungan Pengembangan Seni Pemuda.” Grup “Budaya Vietnam Mengakar di Chiayi” (Khuôn viên văn hoá Việt Nam) tahun ini mendapatkan bantuan subsidi “Program Seni Suara Anak-anak Imigran Baru”. Pelopor dari program, Chen Yu-rong menyampaikan, program ini dibagi dalam 2 bagian, yang pertama adalah loka karya penyembuhan pada akhir pekan ini. Pelatih teater umum profesional akan mengajak anak-anak penduduk imigran baru untuk mengeksplorasi dunia batin mereka dan pendaftaran kini telah memasuki masa-masa akhir. Yang kedua adalah pameran instalasi seni, di mana cerita menggunakan file suara sebagai bagian utamanya.
Saat ini, pengumpulan data (file) audio cerita anak-anak imigran baru sedang dilakukan. Mereka yang tertarik untuk memberikan file audio, dapat mengirimkan pesan pribadi ke Facebook “Mendengarkan Katamu” (Listener聽你說).