History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bertemu dengan Pelajar Taiwan di AS, Ko Wen-je: Sulit untuk Mengubah Kondisi Negara Dalam Satu Hari

  • 12 April, 2023
  • 尤繼富
Bertemu dengan Pelajar Taiwan di AS, Ko Wen-je: Sulit untuk Mengubah Kondisi Negara Dalam Satu Hari
Bertemu dengan Pelajar Taiwan di AS, Ko Wen-je: Sulit untuk Mengubah Kondisi Negara Dalam Satu Hari

(Taiwan, ROC) --- Ketua Partai TPP (Taiwan People’s Party), Ko Wen-je (柯文哲) mengadakan pertemuan makan pagi bersama dengan mahasiswa asal Taiwan yang kini tengah berada di Amerika Serikat. Pertemuan tersebut dilangsungkan di New York, AS, pada Selasa pagi (waktu setempat).

Pada pelajar yang hadir kemudian mempertanyakan perihal pemilu 2024 mendatang, bagaimana cara memecahkan kebuntuan dari mayoritas suara yang terpecah ke dalam 2 parpol utama di Taiwan?

Dengan terus terang, Ko Wen-je kemudian menyampaikan, survei dukungan suara yang diterimanya kini hanya berada di kisaran 20%, lebih lanjut ia mengatakan, “Jangan terlalu berhalusinasi untuk mengubah kondisi negara hanya dalam satu hari. Ini terlampau sulit.”

Ketua Partai TPP, Ko Wen-je melakukan agenda kunjungannya ke Amerika Serikat pada pertengahan bulan April ini. New York adalah kota pertama yang disinggahnya. Ia tiba di bandara setempat pada tanggal 11 April 2023, sekitar pukul 10:00 pagi (waktu AS).

Didamping oleh mantan Wakil Walikota Taipei, Huang Shan-shan (黃珊珊), Ko Wen-je menggelar acara makan pagi bersama dengan mahasiswa Taiwan yang kini tengah melanjutkan studi mereka di New York University dan Columbia University.

Para pelajar yang hadir menaruh perhatian mendalam terhadap persaingan AS dengan Tiongkok, yang dicemaskan dapat berdampak bagi Taiwan. Ko Wen-je menuturkan, dalam kunjungan perdananya ke Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2019 silam, ia merasa aneh saat mendengarkan bahwa Deplu AS sudah menyerah untuk mengubah Tiongkok.

Saat ditanya bagaimana strategi Partai TPP dalam memenangkan pemilu 2024, guna memecahkan kebuntuan mayoritas suara rakyat Taiwan yang terpecah ke dalam 2 parpol utama? Menjawab hal tersebut, Ko Wen-je menyampaikan, hasil survei terakhir memperlihatkan bahwa jumlah suara dukungan terhadap dirinya hanya berkisar 20%, sehingga sulit rasanya untuk bisa memecahkan fenomena yang ada saat ini.

Ko Wen-je mengatakan, “Hasil survei yang ada memperlihatkan, jumlah suara yang mendukung saya berkisar 20%. Angka 20% ini tidak perlu diragukan lagi, kita harus mempercayai data statistik yang ada. Apakah Anda mampu mengubah cara berpikir orang tua Anda, mulai dari ayah, ibu, kakek dan nenek. Tentunya itu membutuhkan upaya keras. Semua ini membutuh waktu, saya rasa kita tidak perlu berhalusinasi untuk bisa mengubah satu negara hanya dalam 1 hari. Ini terlalu sulit untuk dilakukan.”

Para mahasiswa kemudian mempertanyakan perihal hubungan diplomatik Taiwan, apalagi jalinan diplomatik resmi antara Taiwan dengan Honduras baru saja terputus baru-baru ini. Menjawab hal tersebut, Ko Wen-je menyampaikan, Taiwan memiliki 14 hubungan diplomatik resmi, sedangkan Tiongkok memiliki lebih dari 100 hubungan diplomatik resmi.

Perbedaan yang kontras tersebut, serta-merta dapat mempengaruhi prioritas dari penerimaan bantuan negara-negara hubungan diplomatik, saat mereka dihadapkan dengan dua pilihan, yakni Taiwan atau Tiongkok.

Ko Wen-je juga menyampaikan, jika tetap bersikukuh untuk terlibat dalam persaingan diplomasi uang, maka kemungkinan Taiwan untuk menang tetap sangat kecil.

Komentar

Terbarumore