(Taiwan, ROC) -- Sejalan dengan UU Pengembangan Bahasa Nasional, bahasa daerah akan sepenuhnya dimasukkan dalam kurikulum SD, kelas tujuh dan delapan SMP, serta SMA mulai tahun ajaran 2022. Untuk menjamin kualitas pengajaran bahasa daerah di sekolah dasar dan menengah, Biro Administrasi Pendidikan, Kementerian Pendidikan telah memutuskan untuk memperluas "Program Promosi Percontohan Pembelajaran Bersama Siaran Langsung Bahasa Daerah” yang mencakup hampir 900 sekolah di 22 kabupaten dan kota di Taiwan untuk membantu guru dan murid belajar tanpa batas jarak.
Kementerian Pendidikan mengungkapkan, Biro Administrasi Pendidikan telah menugaskan Universitas Kota Taipei untuk melaksanakan “Program Promosi Percontohan Pembelajaran Bersama Siaran Langsung Bahasa Daerah” sejak tahun ajaran 2021, termasuk pembentukan tim konsultan profesional, pelatihan guru siaran langsung, operasi pembelajaran siaran langsung, produksi bahan ajar digital, promosi sumber bahan pengajaran dan lainnya. Mereka berharap dapat menghubungkan pengajaran bahasa daerah siswa di daerah terpencil melalui model “pembelajaran bersama jarak jauh via siaran langsung" untuk sesegera mungkin membantu memenuhi kebutuhan guru bahasa daerah di sekolah-sekolah di daerah terpencil dan di daerah yang pelajaran bahasa daerahnya terbelakang.
Sebanyak 41 sekolah berpartisipasi dalam program percontohan di tahun ajaran 2021. Selain menyediakan pembelajaran bahasa Hokkien Selatan, Hokkien Timur, dan Hakka, bahasa suku Aborigin juga ditambahkan pada tahun ajaran 2022. Program ini tersebar di hampir 900 sekolah di 22 kabupaten dan kota di seluruh Taiwan dengan lebih dari 10.000 siswa dan 228 guru berbakat yang berpartisipasi. Pertemuan persiapan online rutin juga diadakan setiap bulan untuk terus meningkatkan pengetahuan profesional guru.
Para guru sekolah yang berpartisipasi dalam program percontohan mengatakan, pembelajaran bersama siaran langsung merupakan pengalaman mengajar yang baru. Peralatannya lengkap sehingga pengajaran tidak terbatas pada ruangan. Beragam elemen juga dapat ditambahkan ke materi untuk membuat kelas lebih fleksibel dan kreatif. Guru bahasa Hakka yang berpartisipasi dalam program ini juga menceritakan bahwa ketika mengajar, hanya sedikit siswa yang memilih kelas bahasa Hakka karena minat pribadi. Selain pembelajaran bahasa, pengenalan budaya Hakka dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bahan ajar bagi para siswa. Para siswa akan mengumpulkan dan menemukan unsur-unsur Hakka dalam kehidupan sehari-hari secara spontan, dan melalui pembelajaran bersama siaran langsung, mereka dapat berdiskusi, berinteraksi, serta memicu pemikiran multikulturalisme, sehingga hasil pembelajaran melebihi ekspektasi.
Biro Administrasi Pendidikan mengemukakan, mereka akan terus menghimpun tenaga profesional guru dalam rangka membantu lebih banyak sekolah yang membutuhkan pembelajaran siaran langsung dalam bahasa daerah untuk membentuk ikatan pembelajaran bersama serta menjamin hak dan minat siswa dalam mempelajari bahasa ibu mereka , sehingga siswa dapat menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dalam cakupan yang lebih luas di masa depan, mengenal budaya multibahasa dan identitas diri, dan memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan.