History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Persaingan Diplomatik Lintas Selat, Paraguay Jadi Sasaran Selanjutnya

  • 01 April, 2023
  • 尤繼富
Persaingan Diplomatik Lintas Selat, Paraguay Jadi Sasaran Selanjutnya
Persaingan Diplomatik Lintas Selat, Paraguay Jadi Sasaran Selanjutnya

(Taiwan, ROC) -- Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), pertempuran sengit diplomatik untuk memperebutkan Amerika Latin berkecamuk di antara Tiongkok dan Taiwan. Honduras menjadi negara terbaru yang memutuskan hubungan dengan Taiwan dan beralih menjadi sekutu Beijing, sementara Paraguay akan menjadi sasaran berikutnya. Paraguay yang terletak di Amerika Selatan akan mengadakan pemilihan presiden pada April mendatang. Kandidat dari partai oposisi, Efraín Alegre, berjanji untuk menilai kembali hubungan dengan Taipei jika dia menang.

Setelah Honduras memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tanggal 26 Maret, kini hanya tersisa Paraguay dan 12 negara lainnya yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, yakni Guatemala, Belize, Haiti, Negara Kota Vatikan, Eswatini, dan 7 negara di Laut Karibia serta Kepulauan Pasifik. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen tengah mengunjungi Guatemala dan Belize minggu ini untuk memperkuat hubungan diplomatik setelah Honduras dan negara lainnya berpaling ke Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Nikaragua pada 2021, El Salvador pada 2018, Panama pada 2017, dan Costa Rica pada 2007. Presiden Tsai juga transit di New York dan Los Angeles pada kunjungannya kali ini.

Seorang pakar dari Honduras bernama Zoyla Madrid mengatakan, "Kita sedang menghadapi reorganisasi geopolitik dunia" dan Tiongkok merupakan salah satu dari "dua kekuatan" (imperial poles) yang meraih dukungan dari Amerika Latin. Dia mengatakan, keputusan Honduras merupakan pukulan bagi Washington dalam kompetisi ini. Amerika Serikat selalu mengandalkan Honduras dalam urusan geopolitik dan militer, bahkan ada 7 pangkalan militer AS di Honduras.

Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, AS dan Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi memiliki "Hubungan tidak resmi yang kuat". Amerika Serikat adalah sekutu terpenting dan pemasok senjata terbesar Taiwan, meskipun Washington mengakui Beijing secara diplomatik pada tahun 1979. Di bawah “Kebijakan Satu Tiongkok", Tiongkok tidak mengizinkan negara lain untuk mengakui Beijing dan Taipei sekaligus. Setelah aksi Honduras, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Washington menyatakan dukungan untuk rakyat Taiwan, tetapi juga berpegang teguh pada Kebijakan Satu Tiongkok. Blinken mengemukakan, setiap negara wajib membuat keputusan berdaulat mereka sendiri tentang kebijakan luar negeri mereka.

Sosiolog Honduras Pablo Carias menyampaikan, posisi Washington sama saja seperti, "Lakukan seperti yang saya katakan, bukan seperti yang saya lakukan."

"Amerika Serikat menyarankan kita untuk tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok, tetapi mereka sendiri malah menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok," tambahnya. Mantan Menteri Luar Negeri Paraguay, Eladio Loizaga, menuturkan, negaranya sepertinya tidak mungkin mengakui Beijing "Meskipun ada tekanan politik yang sangat kuat yang tidak bisa diabaikan".

Analis Hector Cristaldo menambahkan, melihat statistik yang ada, tidak ada yang perlu didiskusikan terkait kesetiaan diplomatik Paraguay. Dia mengatakan, berbisnis dengan Puerto Rico tidak sama dengan berbisnis dengan Amerika Serikat.

Taiwan mengatakan, Honduras telah meminta uang kepada Taiwan sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik. Taiwan juga menjelaskan, mereka tidak akan terlibat dalam kompetisi diplomatik uang yang sia-sia dengan Tiongkok. Amerika Latin telah menjadi pusat pertempuran diplomatik antara Beijing dan Taipei sejak pemisahan Selat Taiwan pada 1949.

Dosen Riset Taiwan Universitas Nasional Australia (ANU), Sung Wen-ti (宋文笛), mengatakan, Taiwan akan kecewa kehilangan satu sekutu lain, tetapi kemungkinan akan memperkuat hubungan dengan kekuatan besar dunia lainnya sebagai prioritas atas. Kalau bukan prioritas yang lebih tinggi, misalnya hubungan dengan Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Eropa.

Sung Wen-ti menambahkan, Taiwan memainkan peran yang semakin penting dalam memburuknya persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Saat Amerika Serikat semakin perlu mempertimbangkan prioritas penggunaan strategi, Tiongkok mungkin akan memiliki lebih banyak peluang, terutama dalam memberikan bantuan ekonomi kepada negara-negara Amerika Latin, Afrika, dan Kepulauan Pasifik untuk menjalin persahabatan.

Komentar

Terbarumore