History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dalam 2 Bulan, Hampir 30 Ribu Tenaga Kerja Vietnam ke Luar Negeri, Separuhnya ke Taiwan

  • 11 March, 2023
  • 尤繼富
Dalam 2 Bulan, Hampir 30 Ribu Tenaga Kerja Vietnam ke Luar Negeri, Separuhnya ke Taiwan
Dalam 2 Bulan, Hampir 30 Ribu Tenaga Kerja Vietnam ke Luar Negeri, Separuhnya ke Taiwan

(Taiwan, ROC) –Vietnam telah menyumbang hampir 30 ribu tenaga kerjanya ke luar negeri dalam 2 bulan pertama tahun 2023 ini, di mana Taiwan menjadi pasar terbesarnya dengan jumlah sekitar 15 ribu orang. Pejabat Vietnam menyampaikan, tenaga kerja yang memiliki pengalaman di luar negeri kondusif untuk perkembangan ekonomi dan sosial Vietnam, setelah kembali ke negara asal dapat menggunakan kemampuannya secara efektif dan terkoordinasi.

Vietnam telah membuka perbatasan negara dan mengakhiri kebijakan kuncitara anti epidemi sejak 15 Maret 2022. Media Vietnam Kinh Te Do Thi melaporkan, 2 bulan pertama di 2023, Vietnam telah mengirim 28.429 tenaga kerja ke luar negeri dan target tahunannya meningkat 25%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, telah memperlihatkan peningkatan lebih dari 20 kali lipat. Menurut data statistik KementerianTenaga Kerja, veteran dan Urusan Sosial Vietnam, 2 bulan pertama tahun ini, Taiwan telah menerima 14.609 tenaga kerja asal Vietnam, menjadi pasar tenaga kerja terbesar Vietnam, sementara Jepang menerima 12.473 orang, Singapura menerima 250 orang, Tiongkok menerima 239 orang, dan Korea Selatan menerima 230 orang.

Di sisi lain, jika melihat data Februari 2023, orang Vietnam yang bekerja di luar negeri adalah sebanyak 6.601 orang, secara tahunan meningkat lebih dari 13 kali lipat. Sebanyak 3.470 orang bekerja di Jepang, 2.690 orang bekerja di Taiwan, dan sisanya tersebar di SIngapura, Korea Selatan, maupun Tiongkok.

Kementerian Tenaga Kerja, Veteran, dan Urusan Sosial Vietnam di 2023 merencanakan 110.000 – 120.000 tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri, sekitar 25% dari target telah terlaksana di 2 bulan awal. Laporan tersebut menyebutkan, kualitas dan kuantitas tenaga kerja Vietnam yang bekerja di luar negeri terus meningkat. Pasar tujuan tenaga kerja juga meluas. Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan diminati karena upah yang tinggi dan kualifikasinya baik. Sementara juga telah dibuka untuk pasar tenaga kerja di Australia, Selandia Baru, Jerman, Republik Ceko, Slowakia, dan Romania.

Wakil Menteri Tenaga Kerja, Veteran dan Urusan Sosial Vietnam Nguyen Ba Hoan menyampaikan bahwa untuk sebuah pekerjaan yang sama, upah di luar negeri lebih tinggi daripada di Vietnam. Hal ini memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara, membantu meningkatkan tabungan dan memperbaiki hidup para pekerja serta keluarga mereka. Ia juga mengatakan, bahwa para pekerja di luar negeri setelah kembali akan menjadi sumber daya pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat Vietnam. Mereka dapat membantu mempromosikan suasana kerja Vietnam serta disiplin kerja dan menjadi jembatan budaya antara Vietnam dengan dunia internasional. Selanjutnya, mereka dapat mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi negara. Oleh karena itu, para pekerja yang kembali pulang sebaiknya dikoordinasi dan diberdayagunakan secara efektif.

Komentar

Terbarumore