History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menteri MOHW: Pemerintah Telah Menandatangani Kontrak Pembelian Vaksin Cacar Monyet

  • 08 March, 2023
  • 尤繼富
Menteri MOHW: Pemerintah Telah Menandatangani Kontrak Pembelian Vaksin Cacar Monyet
Menteri MOHW: Pemerintah Telah Menandatangani Kontrak Pembelian Vaksin Cacar Monyet

(Taiwan, ROC) --- Taiwan telah mencatat 3 kasus cacar monyet yang masuk ke dalam kategori penularan lokal. Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Hsueh Jui-yuan (薛瑞元) hari ini (8/3) menyampaikan, pihaknya telah menandatangani kontrak pembelian 10.000 dosis vaksin cacar monyet.

Hsueh Jui-yuan juga yakin dengan prosedur yang sudah diterapkan selama ini. Ia menambahkan, Taiwan memiliki pengalaman yang mumpuni saat menanggulangi penularan COVID-19, dimulai dari pelacakan, pencatatan, isolasi dan pengobatan.

Hsueh Jui-yuan menuturkan, cacar monyet adalah wabah yang menular di lingkungan yang lebih pribadi, sehingga mekanisme penanggulangannya harus diterapkan lebih seksama.

Hingga hari ini (8/3), Taiwan telah mencatat 3 kasus cacar monyet untuk kategori penularan domestik, masing-masing di Kota Taipei, Kabupaten Hsinchu dan Kota Kaohsiung. CDC menuturkan, penularan wabah cacar monyet sangat-lah terbatas, mengingat karakteristik penyebarannya yang bersifat lebih pribadi.

Pemerintah di lain pihak juga akan membeli 10.000 dosis vaksin cacar monyet. Selain itu, CDC juga memperluas cakupan penyuntikan vaksin kepada pihak yang pernah melakukan kontak dengan kasus positif atau mereka yang dalam kurun 6 bulan belakangan pernah terlibat dalam aktivitas seksual yang tidak aman.

Saat ditemui di Yuan Legislatif pada Rabu (8/3), Menteri MOHW, Hsueh Jui-yuan menyampaikan, CDC telah menandatangani kontrak pembelian 10.000 dosis vaksin cacar monyet. Meski demikian, hingga hari ini masih belum diketahui kapan vaksin-vaksin tersebut tiba di Taiwan.

Ketika ditanya pendapatnya perihal skala penularan cacar monyet kali ini, Menteri Hsueh Jui-yuan menyampaikan, saat ini telah ada beberapa kasus penularan domestik, sehingga pihaknya akan lebih waspada dalam melakukan penanganan.

Ia percaya dengan kemampuan penanggulangan epidemi yang dimiliki oleh instansi kesehatan di Taiwan. Karakteristik penularan cacar monyet sedikit berbeda, sehingga diperlukan penanganan yang lebih khusus dan hati-hati.

Hsueh Jui-yuan mengatakan, “Kami yakin dengan sistem pencegahan dan penanggulangan kami. Dalam proses menangani COVID-19, kami memiliki pengalaman yang mumpuni, baik untuk melacak, mengklasifikasi, mengisolasi dan mengobati para pasien. Cacar monyet ini memiliki karakteristik yang khusus, yang mana sebagian besar menyebar di lingkungan pergaulan tertentu. Dengan demikian, metode yang kami terapkan akan lebih hati-hati dan detail.”

Selain itu, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) juga sudah mempromosikan kampanye “Vaksin+1” semenjak 6 Maret 2023 kemarin, dengan harapan seluruh warga dapat menyuntikkan vaksin tambahan sebanyak 1 dosis, selambat-lambatnya akhir tahun ini.

Hsueh Jui-yuan menuturkan, bagi mereka lansia atau yang memiliki penyakit kronis, maka bisa menerima dosis tambahan ini. Diharapkan penyuntikan tersebut dapat dilakukan saat memasuki musim gugur tahun ini.

Di samping itu, CECC juga terus memperlonggar kebijakan pengendalian epidemi mereka. Bagi mereka yang memiliki gejala ringan, maka tidak akan lagi diwajibkan untuk melakukan isolasi. Namun demikian, para ahli mencemaskan kaum anak-anak, yang mana cakupan vaksin dosis tambahannya hanya berada di kisaran 20%.

Hsueh Jui-yuan menyampaikan, pertimbangan di atas tentu akan disertakan dalam evaluasi mereka. MOHW akan mempertimbangkan seluruh tren yang berkembang saat ini, dengan memprioritaskan beberapa poin, terutama perihal pemulihan ekonomi. Sejauh ini, CECC akan kembali melonggarkan beberapa kebijakan pada bulan Maret.

Komentar

Terbarumore