(Taiwan, ROC) – Pengumuman akan rancangan “Undang-Undang Mobilisasi Pertahanan Nasional” oleh Kementerian Pertahanan (MND) Taiwan baru-baru ini dipertanyakan oleh dunia luar karena dianggap memengaruhi kebebasan berbicara, prajurit remaja berusia 16 tahun dan memicu kontroversi lainnya. Ketua Yuan Eksekutif, Chen Chien-jen (陳建仁) pada hari ini (3/3) mengklarifikasi jika “UU Mobilisasi Pertahanan Nasional” menyebabkan munculnya beberapa kesalahpahaman. Dirinya ketika diwawancara saat sebelum mengikuti rapat interpelasi menegaskan, selama periode pemberitahuan draf UU tersebut telah menyebabkan munculnya beberapa kesalahpahaman, tetapi “UU Mobilisasi Pertahanan Nasional” sama sekali tidak meminta para siswa untuk turun ke medan perang dan membuat senjata, serta akan meminta kementerian dan unit yang bersangkutan untuk mengumpulkan pendapat, melakukan penelitian dan lebih banyak berkomunikasi dengan masyarakat.
Chen Chien-jen (陳建仁) mengatakan, ”Sama sekali tidak meminta siswa untuk turun dalam medan perang dan juga tidak meminta mereka untuk membuat senjata, lagipula juga tidak ada masalah seperti membatasi pemberitaan. Selama proses pratinjau keseluruhan, kami akan mengumpulkan pendapat dari seluruh lapisan masyarakat. Saya di sini juga secara khusus meminta Kementerian Pertahanan dan masing-masing kementerian untuk mengumpulkan saran dari seluruh lapisan masyarakat, serta melakukan penelitian dan juga meminta Kementerian pertahanan untuk lebih banyak berkomunikasi dengan masyarakat.”
Selain itu, media Nikkei Jepang melaporkan jika 90% pensiunan perwira militer Taiwan berangkat menuju Negeri Tirai Bambu untuk urusan bisnis, bahkan menjual informasi. Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan telah mengklarifikasi hal tersebut. Dirinya juga menegaskan, Tentara Nasional sangatlah penting bagi pertahanan negara, serta seluruh lapisan masyarakat harus percaya dan yakin pada tentara nasional.