(Taiwan, ROC) Hari ini (28/2) adalah Hari Perdamaian 228. Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) melalui postingannya di jejaring Facebook yang diposting kemarin (27/2) mengemukakan, hanya dengan bersama-sama menghadapi kesalahan yang terjadi pada masa lalu, barulah kita dapat memiliki kesempatan untuk berdamai, hidup berdampingan, dan bersatu untuk masa depan.
Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) kemarin malam menuturkan, keadilan transisional berpacu dengan waktu dan juga merupakan satu-satunya cara untuk memperdalam demokrasi Taiwan. Besok adalah Hari Peringatan Perdamaian 228, sejak tahun 2016, pemerintah telah mempromosikan keseluruhan proyek keadilan transisi secara sistematis. Presiden Tsai mengatakan jika pemerintah telah menyelesaikan legislasi serangkaian RUU, mulai dari “Peraturan Harta Benda Partai”, UU Organisasi Nasional Museum HAM”, “Peraturan Promosi Transisi”, “Peraturan Arsip Politik” hingga “Peraturan Pemulihan Hak Korban Perbuatan Ilegal Negara Selama Pemerintahan Otoriter”, dan keadilan transisi juga setahap demi setahap mengakumulasikan hasil.
Presiden tsai menunjukkan, di antaranya, Komisi Keadilan Transisi (TJC) memainkan peran kunci dalam meletakkan fondasi yang vital untuk keadilan transisional. Dirinya berharap, dengan hasil yang diakumulasi oleh TJC, pekerjaan keadilan transisi dapat terus dipromosikan secara lebih komprehensif dan efisien oleh Yuan Eksekutif dan kementerian terkait. Presiden Tsai menyampaikan, sesuai dengan peraturan promosi transisi, pekerjaan keadilan transisi dinaikkan ke tingkat Yuan Eksekutif pada bulan September tahun lalu (2022), dan “Laporan Pertemuan Promosi Keadilan Transisional” yang diketuai oleh Yuan Eksekutif juga telah dimulai. Ke depannya, kami akan terus bekerja keras guna mempercepat integrasi dan pengawasan masing-masing kementerian dalam melaksanakan pekerjaan keadilan transisional.
Presiden Tsai menambahkan, setelah melakukan berbagai usaha, akhirnya saya berkesempatan untuk menghadapi, mengulas, dan merenungkan periode sejarah tersebut. Hanya dengan bersama-sama menghadapi kesalahan yang terjadi pada masa lalu, barulah kita dapat memiliki kesempatan untuk berdamai, hidup berdampingan, dan bersatu untuk masa depan.