(Taiwan, ROC) -- Sistem baru beban tanggungan dari Biro Administrasi Kesehatan Nasional Taiwan (NHI) hingga hari ini masih tertunda dan belum diberlakukan. Dirjen Asuransi Kesehatan Nasional Shih Chung-liang (石崇良) pada tanggal 16 Februari mengatakan, akan ada 2 tahap sistem yang berjalan, keadaan darurat dan biaya pengobatan menjadi tahap pertama. Tahap pertama ini paling cepat berjalan bulan April mendatang. Bagian tanggung jawab atas pemeriksaan kesehatan medis lengkap saat ini masih dalam pembicaraan, dan belum dapat dipastikan apakah akan diberlakukan setelah pertengahan tahun ini.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) sejatinya merencanakan perubahan beban tanggungan asuransi kesehatan 15 Mei 2022 lalu, untuk memperkuat situasi keuangan asuransi kesehatan. Setelah implementasi berjalan, biaya pemeriksaan kesehatan masyarakat, pengambilan obat, penyakit ringan, dan pengobatan darurat di rumah sakit besar akan meningkat. Namun, pelaksanaannya ditunda untuk menghindari meningkatnya beban kerja dan keuangan saat epidemi COVID-19.
Bagian tanggung jawab baru sebelumnya merupakan bagian yang dibebaskan dari resep pengobatan berkelanjutan. Biaya pemeriksaan medis lengkap berubah, dan beberapa sistem saat ini disesuaikan. Shih Chung-liang pagi ini menerima wawancara media dan mengatakan, epidemi COVID-19 kini berangsur-angsur stabil. Mempertimbangkan penyesuaian beban sumber daya perawatan kesehatan, promosi kebijakan tingkatan perawatan kesehatan memainkan peranan penting, dan kini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan kembali diskusi sistem baru terkait.
Shih Chung-liang menginformasikan, karena beban tanggungan obat pasien rawat jalan dan kondisi darurat sudah dipersiapkan dengan baik, maka bagian ini akan diimplementasikan terlebih dahulu. Sementara untuk bagian beban pemeriksaan dan verifikasi, kegiatan administrasi pengembalian biaya dan waktu penerimaan dana masih perlu diklarifikasi. Khusus bagian pengembalian biaya, di dalam negeri Taiwan, ada sekitar 1 juta 900 ribu orang yang membuka formulir atau aplikasi pemeriksaan, tapi tidak melakukannya. Diharapkan hal ini dapat segera diimplementasikan setelah persiapannya dibuat.
Beban tanggungan dari obat umum pasien rawat jalan dengan harga di bawah NT$ 100 adalah gratis, kelebihan 20%nya dibatasi seharga NT$ 200 – 300. Resep pengobatan berkelanjutan yang berubah menjadi perjanjian baru dan pengobatan berkelanjutan yang menjadi status quo (tetap tidak berubah) untuk pertama kali pemberian resep adalah tidak ada. Pemberian resep kedua dan seterusnya juga tidak ada biaya. Adapun jika melakukan resep pengobatan di institusi medis di atas rumah sakit regional, maka untuk pertama kali kedatangan maka akan dikenakan biaya normal, kedua kali dan seterusnya tidak dipungut biaya. Sistem baru ini diestimasikan akan berdampak pada sekitar 7 juta orang.
Untuk kondisi darurat ke pusat medis atau rumah sakit wilayah, penyakit serius, biaya tingkat kedua akan berkurang dari NT 450 menjadi NT$ 300 dan NT$ 200. Pasien tingkat ringan ke-4 dan ke-5 akan mengalami kenaikan dari NT$ 550 menjadi NT$ 800 dan NT$ 600. Shih Chung-liang mengatakan, diperkirakan regulasi baru ini akan berdampak pada 1 juta orang. Sebagian beban akan berkurang, sementara sebagian penderita penyakit ringan beban biaya akan bertambah. Diharapkan, sumber daya medis dapat disalurkan kepada pasien yang benar-benar membutuhkan atau penyakit berat
Untuk pemeriksaan dan verifikasi kesehatan di klinik biayanya adalah NT$ 1.000, rumah sakit wilayah dengan biaya kurang dari NT$ 500 maka akan dibebaskan biaya. Sementara, biaya rumah sakit rujukan atau rumah sakit besar akan naik sebesar 10-20%, antara NT$ 100 – NT$ 400. Shih Chung-liang mengungkapkan bahwa beban tanggungan dari pemeriksaan medis lengkap masih akan didiskusikan dan belum dapat memastikan apakah akan diberlakukan setelah pertengahan tahun ini.