History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dialog Peristiwa 28 Feb, Chiang Wan-an Mengharapkan Rekonsiliasi

  • 18 February, 2023
  • 尤繼富
Dialog Peristiwa 28 Feb, Chiang Wan-an Mengharapkan Rekonsiliasi
Dialog Peristiwa 28 Feb, Chiang Wan-an Mengharapkan Rekonsiliasi

(Taiwan, ROC) - Koalisi Nasional Taiwan (台灣國家聯盟) menyatakan, karena saat ini Walikota Taipei adalah Chiang Wan-an (蔣萬安), maka tahun ini pihaknya tidak akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Taipei dalam penyelenggaraan acara Peringatan Peristiwa28 Feb. Chiang Wan-an hari 13 Feb) mengatakan bahwa ia sangat peduli dengan topik terkait peristiwa 28 Feb. Ia akan mendengarkan dengan seksama, menghadapinya dengan tenang, dan hal apapun yang dapat dilakukan di tingkat administratif kota akan dilakukan, tidak akan menghindari, dan yang terpenting adalah rekonsiliasi dengan masyarakat. Chiang Wan-an menambahkan, Dinas Kebudayaan telah mengatur pertemuan antara dirinya dengan beberapa anggota keluarga terkait. Prosesnya berlangsung dengan damai dan beberapa kegiatan terkait akan kembali dijadwalkan di masa mendatang.

Beberapa tahun belakangan ini, setiap tanggal 28 Februari, Pemerintah Kota Taipei bersama dengan Asosiasi 228 Taipei dan Koalisi Nasional Taiwan selalu mengadakan acara peringatan Peristiwa28 Februari. Namun, tahun ini Koalisi Nasional Taiwan mengumumkan penangguhan acara bersama dengan Pemerintah Kota Taipei, secara langsung menyatakan hal itu karena Walikota Taipei saat ini adalah Chiang Wan-an. Sebagian besar anggota keluarga korban tidak dapat menahan diri jika harus berada satu panggung dengan keturunan dari pelaku kejahatan.

Terkait hal ini, Chiang Wan-an yang yang hadir sebagai bentuk kepedulian melihat suasana di hari pertama sekolah anak-anak SD Songshan kemudian menerima wawancara. Ia pun kemudian mendapatkan pertanyaan, bagaimana cara agar mendapatkan pemahaman dari keluarga korban Peristiwa 28 Februari dan apakah akan meminta maaf kepada keluarga korban.

Chiang Wan-an mengatakan, topik ini merupakan hal yang terus ia perhatikan, Dinas Kebudayaan minggu lalu juga membantu mengatur pertemuan antara dirinya dengan beberapa anggota keluarga korban. Ia mendengarkan dengan seksama suara hati dan pendapat mereka, prosesnya pun berjalan dengan damai. Chiang Wan-an juga sangat berterima kasih pada keluarga korban yang telah meluangkan waktu untuk duduk bersama dan berdialog. Selanjutnya, ia pun akan meminta Dinas Budaya untuk kembali mengatur jadwal. Dia akan mendengarkan dengan seksama, menghadapi para keluarga korban dengan tenang, dan tidak akan mengelak untuk melakukan apa pun yang bisa dikerjakan dalam hal administratif kota.

Chiang Wan-an juga menekankan, saat dirinya masih menjadi legislator, ia telah bertemu dengan presiden Asosiasi Peduli Korban Persekusi Politik Taiwan Tsai Kuan-yu (蔡寬裕) dan sangat memperhatikan topik keadilan transisional (atas pelanggaran HAM sistematis di masa lalu). Ia pun percaya hal yang paling penting adalah memulihkan kebenaran dan mempromosikan keharmonisan sosial. Chiang Wan-an mengatakan, “Saya mendukung para anggota keluarga korban yang berharap agar pelanggaran hukum akan diperbaiki dan keputusan yang berlawanan dengan hukum akan dicabut. Saya juga mendukung, bahkan akan membantu mereka bersuara, berharap agar harta mereka dapat dikembalikan dengan segera. Saya berpikir, untuk bagian ini saya akan terus mendengarkan dengan seksama, menghadapinya dengan tenang, mengembalikan kebenaran sejarah, rekonsiliasi dengan masyarakat. Saya rasa inilah hal yang paling penting.”

Terkait posisi Chiang Kai-shek dalam sejarah, Chiang Wan-an mengatakan, biarlah sejarah menjadi sejarah, menghadapinya dengan tenang, mendengarkan dengan seksama, dan mengembalikan kebenaran sejarah. Ia pun berharap agar pemerintah dapat mempublikasikan materi dan dokumen-dokumen bersejarah yang relevan, dengan tujuan rekonsiliasi masyarakat. Bagaimana dengan dukungan untuk relokasi simbol otorisasi kekuasaan di halaman sekolah? Chiang Wan-an mengatakan, Dinas Pendidikan telah meminta setiap sekolah untuk memberikan proposal mereka berdasarkan rencana serta kebutuhan mereka sendiri.

Komentar

Terbarumore