(Taiwan, ROC) - Konferensi Kerja Sama Sains dan Teknologi Taiwan-Amerika Serikat yang telah lama tertunda dipastikan akan digelar pada bulan Mei, demikian diumumkan Menteri Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) Wu Tsung-tsong (吳政忠) dalam konferensi pers tahun baru imlek NSTC pada hari Senin.
Menurut Wu, perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat Hsiao Bi-khim (蕭美琴) pekan lalu mengonfirmasikan bahwa konferensi sains dan teknologi perdana itu telah dipastikan diadakan di Taiwan pada bulan Mei.
Wu mengatakan, “Memang agak tertunda. Sebagai negara yang sedemikian besar, saya rasa Amerika Serikat seharusnya sangat sibuk. Nanti akan digelar bulan Mei, konferensi fisik.”
Konferensi Kerja Sama Sains dan Teknologi Taiwan-AS awalnya dijadwalkan digelar pada akhir tahun 2022. Rencananya pihak AS akan mengutus delegasi untuk menghadiri konferensi fisik di Taiwan, tapi diputuskan ditangguhkan karena diadakannya pemilu paruh waktu AS.
Berdasarkan perencanaan, anggota delegasi dari Amerika Serikat yang akan menuju Taiwan untuk menghadiri konferensi mencakup pemimpin atau wakil dari Departemen Luar Negeri, Gedung Putih, serta lembaga-lembaga riset seperti NSF International, Institut Kesehatan Nasional (NIH), Institut Standar dan Teknologi Nasional (NIST), Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dan Institut Kanker Nasional (NCI).
Isi Konferensi Kerja Sama Sains dan Teknologi Taiwan-AS akan mencakup pidato khusus, dialog strategi kerja sama, penandatanganan perjanjian kerja sama, seminar akademik tentang lima topik kerja sama utama antara Taiwan dan Amerika Serikat, Konferensi Tahunan Kerja Sama Sains dan Teknologi NTSC dan NSF, dan lawatan ke lembaga penelitian seperti Taman Sains Hsinchu, Badan Antariksa Taiwan (TASA), Institut Riset Semikonduktor Taiwan (TSRI), Pusat Komputasi Kinerja Tinggi Nasional (NCHC), dan Kota Sains Energi Hijau Cerdas Shalun.