(Taiwan, ROC) -- Untuk merespons strategi kunci “Gaya Hidup Hijau Bebas Emisi” dari transformasi Nol Emisi tahun 2050, Direktorat Jenderal Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Administration/EPA) mempromosikan “Kantor Hijau”. Lima indikator yang didesain untuk “Kantor Hijau” adalah “penghematan sumber energi”, “pengurangan sumber”, “pembelanjaan hijau”, “penghijauan lingkungan” dan “pembinaan inisiatif” dengan 35 kategori fasilitas kantor hijau, hingga saat ini sudah 6.821 unit yang telah merespons dan ikut serta dalam pengimplementasiannya seperti menggunakan alat pendingin ruangan yang berlabel ramah lingkungan, mengantikan lampu dengan lampu LED, penggunaan atau mengantikan peralatan hemat air, menerapkan video call dalam rapat, foto kopi dengan menggunakan kertas daur ulang, mengimbau karyawan untuk menggunakan tangga sebagai penganti elevator/lift, tidak menyediakan gelas atau peralatan makan sekali pakai, penggunaan energi surya dan lainnya.
Dalam jumpa pers EPA yang berlangsung hari ini (10/2), mengundang organisasi dan perusahaan yang turut berpartisipasi dalam kantor hijau bersama dengan biro perlindungan lingkungan dari 22 kabupaten/kota untuk hadir bersama mengumumkan diberlakukannya penerapan kantor hijau.
Wakil Dirjen Perlindungan Lingkungan Shen Chih-hsiu mengatakan, “Waktu kami yang paling lama setiap harinya adalah di kantor, sebenarnya lampu penerangan lama di kantor sudah boleh diganti dengan yang baru dengan menggunakan lampu LED, bisa juga menganti alat pendingin ruangan dengan yang baru, saat melakukan pembelian kantor memilih produk-poduk yang berlabel ramah lingkungan, bisa menganti peralatan yang hemat listrik dan air, juga boleh menerapkan cara sewa ketimbang beli, mengurangi penggunaan produk-produk terbuat dari bahan plastik dan sekali pakai.”
Shen Chih-hsiu mengemukakan, tren transformasi nol emisi 2050 harus dilaksanakan, sudah lebih 6 ribu lebih perusahaan yang telah merespons program ini pada tahun lalu, telah menghemat 330 juta Kwh listrik, angka ini sebanding dengan penggunaan listrik dari 78 ribu keluarga dalam setahun, selain itu juga menghemat 153 ribu ton air atau setara dengan penggunaan air dari 540 ribu keluarga dalam sehari, serta penghematan 34 ribu ton minyak berarti pengurangan pembuangan emisi karbon sebanyak 300 ribu ton.